Rabu, 10 Februari 2016

Rocky Aka Kadir

Nama sebenarnya adalah Rocky, dikalangan teman-temannya dia dipanggil Kadir, mungkin dikarenakan tampangnya yang agak mirip dengan Kadir sang pelawak yang cukup melegenda itu. Umurnya sekitar 12 tahun, saat ini sedang duduk di kelas 4 SD yang harusnya sudah menginjak kelas 2 SMP (berdasarkan info dari keponakanku yang sudah menginjak kelas 2 SMP), mereka dulunya teman sekelas waktu SD. Hmmnn....pasti salah satu diantara mereka ada yang “kecepatan” naik kelas, atau “kelamaan” di kelas yang sama. hal ini bukanlah masalah besar, hanyalah penggenapan pepatah yang menyatakan bahwa kehidupan ini seperti roda yang berputar. Kadang ada waktu untuk di atas, yaitu waktu kejayaan dan kesuksesan. Namun ada saatnya akan terlalu cepat maupun terlalu lambat.
Nama Rocky berarti orang yang punya kepribadian kuat, Seperti yang dipopulerkan oleh Mantan Juara Tinju Kelas berat Amerika Rocky Marciano hingga diangkat menjadi karakter fiksi yang memiliki cerita yakni Rocky Balboa yang diciptakan oleh Silvester Stallone. Mungkin nama Rocky sengaja dipilih oleh orang tuanya sebagai ramalan akan kerasnya hidup yang akan dia jalani, namun dia tetap kuat dan yakin bakal menjadi seorang juara suatu saat, sebab pelaut yang tangguh tidak lahir dari air yang tenang. dan suatu hari Rocky akan menjadi Pelaut yang tangguh ketika waktunya tiba!!
Bertemu Rocky pertama sekali sewaktu dia dan gerombolan gengnya menelusuri sungai untuk mencari ikan, dan Rocky salah satu orang yang mempunyai peran vital untuk menunjukkan dibelahan mana ikan-ikan tersebut biasanya nongkrong. Dia cukup mengenal lobang-lobang yang didiami keluarga ikan. Mereka melompat, berlari, saling melempar tanpa rasa takut. Hal ini mengingatkanku dimasa kecil dulu, masa kecil yang bahagia dan tanpa rasa takut. Rocky sang Ahli lobang Ikan!
Geng sepermainan mereka diketuai sang kepala geng bernama Bojot. Dilingkungan teman-temannya Rocky selalu menjadi korban Bully peringkat atas, pukulan dan makian sering dia terima. Akan tetapi Rocky tidak pernah menjauh dari komunitasnya, dia untuk tetap memilih setia pada geng yang sudah lama dia bela tersebut. Dia tetap fokus menjadi “Pelaut Yang Tangguh”.
Rocky mendapatkan sedikit uang, dia bermaksud menikmati semangkok Mie Soup (Bakso-nya Orang Sumatera), akan tetapi diantara rasa takut dan tulus tekanan dan desakan teman-temannya dia memilih memberikan uang tersebut ketemannya yang lain. dia gagal makan mie soup yang sudah diidam-idamkannya sejak pagi tadi akibat menelusuri sungai dengan pakaian yang basah kuyub. dibutuhkan ketulusan yang besar untuk melakukan hal itu. Akan tetapi sekali lagi dia memilih menjadi “Pelaut Yang tangguh”, bukan pelaut cemen!!
Di sekolahan Rocky bukanlah tergolong anak yang berprestasi secara akademis, dia hanyalah berada di ranking 14 dari antara 15 orang. Tapi buat saya paling penting masih ada satu orang lagi dibelakang Rocky, dan satu orang cukup!! Mungkin anda berpikir, apa yang membanggakan dari ranking 14 dari 15 Orang? Mungkin jika kita tahu perjuangan hidupnya, ranking 14 tetaplah merupakan prestasi luar biasa. Mungkin secara Intellegent Quotion (IQ) dia termasuk biasa, akan tetapi secara Emotional Quotion (EQ) Rocky tidak ada tandingan dimuka bumi ini, Sedangkan untuk Spritual Quotion (SQ)? Saya tidak tau kapan Rocky terakhir berdoa dan berpuasa.
Meskipun ranking 14 tidak mengurangi niatnya untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit yaitu menjadi presiden Republik Indonesia. Sebuah cita-cita yang begitu mulia. Dia pasti salah satu generasi yang akan melanjutkan trend orang-orang besar seperti; Thomas A Edison, Benjamin Franklin, Bill Gates, Albert Einstein, Walt Disney, atau di Indonesia yang cukup dikenal adalah; Adam Malik, Bob Sadino, Andy F Noya sampai kepada menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti yang sudah mencatatkan segudang prestasi dibandingkan pendahulunya yang bergelar tak terhingga panjangnya tetapi minim prestasi, Memiliki Maskapai Susi Air disaat mereka yang bergelar panjang membeli mobil aja bahkan masih kredit. Takdir Rocky akan menjadi orang besar dan pembuat sejarah bagi dunia ini dan dia sedang dibentuk dalam ombak yang besar.
Bersabarlah sedikit lagi kawan,tidak lama lagi kesabaranmu akan menghasilkan pelaut tangguh, sebab dalam Amsal dikatakan “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut Kota”. Sukses Untuk Rocky Aka Kadir sang pelaut Tangguh.

Jumat, 06 Desember 2013

Derita Sopir Angkot

Buat mereka yang tinggal di kota-kota besar khususnya, memaki sopir angkot adalah sesuatu hal yang sangat biasa terlihat, Dari yang muda sampai yang tua, wanita sampai waria, pengecut sampai pemberontak, pelacur dan pelanggannya, dan tidak menutup kemungkinan bahwa anda adalah salah satu pelakunya!! Memang sih terkadang suka sebel melihat ulah para sopir angkot yang suka ngasal dan seolah-olah jalan raya tersebut punya mertuanya. Saya sendiri sebenarnya dulu salah satu pelaku yang doyan memaki sopir angkot, tapi akhir-akhir ini saya putuskan untuk bertobat, hal ini dikarenakan 2 kali punya pengalaman melihat sopir angkot tua dimaki dan saya benar-benar menitikkan airmata menyaksikannya dan itu merupakan titik balik pertobatan ini. (ciaileeeeee)

Seperti biasa, saya harus melalui sekitar 1,5 jam perjalanan untuk sampai dirumah, jadi jika dihitung pulang-pergi butuh paling tidak butuh waktu 3 jam, tidak heran selama dalam 3 jam ini pasti punya banyak cerita untuk disaksikan khususnya di jalan raya Jakarta yang macetnya superduper dengan tingkah jutaan pengendara dengan berbagai gaya. Suatu ketika saya melihat sebuah angkot yang rada tiba-tiba menepikan angkutannya, mungkin demi menurunkan penumpang supaya tidak kelewatan terlalu jauh.

Saya perkirakan usia pengemudinya berkisar 2500 sebelum masehi, maksud saya 55 tahun. cukup tua untuk menjadi seorang sopir di kota yang tidak ramah ini. Tiba-tiba ada anak umur belasan tahun yang bahkan tidak memakai helm, apalagi SIM memarahi sang sopir yang udah tua tersebut. Jelas-jelas sianak tadi ugal-ugalan dan memacu kendaraanya melebihi batas kurang ajar. Bapak sopirnya hanya diam saja sambil mengelap keringat dimukanya, bapak tua hanya berusaha cuek, mungkin sudah sangat terbiasa mengalami hal yang seperti ini dikota yang hina dina ini. Tapi anak-anak tadi bukannya merasa sudah cukup, malah dengan santainya memukul kepala sibapak tersebut, dan lagi-lagi si bapaknya hanya terdiam tanpa memberikan perlawanan. Tidak sampai hati saya coba mendekati anak muda dengan maksud untuk memberikan pelajaran khusus Pendidikan Moral pancasila, melihat muka saya yang sudah memerah bak maroon five dan siap memangsa, anak muda pengecut itupun terbirit-birit melarikan diri, saya coba mengejar, apa daya kaki kurang panjang.

Mungkin aja si bapak tersebut memang sangat butuh duit untuk setoran dan sekedar bertahan hidup, mungkin aja anaknya lagi kelaparan dirumah, mungkin aja istri yang dikasihinya sedang menunggu dirumah sambil berharap dibawakan sedikit uang supaya bisa hanya makan nasi dan garam, mungkin aja anaknya sedang butuh duit untuk bayar uang sekolah, mungkin aja keluarganya ada yang sakit dan butuh duit untuk sekedar pengobatan, mungkin saja ini makian ke 35 yang dia terima hari ini saja, mungkin saja dia tidak melawan karna dia teringat anaknya dirumah yang persis seumuran dengan anak babi tadi, mungkin saja bapak tersebut merupakan ayah yang paling dihormati dan disayang anak dan keluarganya, bagaimana jika keluarganya melihat orang tua mereka diperlakukan seperti ini? Mungkin saja si bapak tersebut baru kali ini rem mendadak dan langsung mendapatkan perlakuan seperti itu, mungkin saja dia menepikan tiba2 karna penumpangnya yang agak maksa, mungkin saja dan mungkin saja………yang pasti si anak tadi memang benar-benar anak monyet.

Ingatlah selalu, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul.


Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang akan yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni. 

Rabu, 13 November 2013

Obrolan singkat dengan penjual Indomie

Ternyata belajar bisa darimana saja kawan! Belajar tidak melihat jabatan, tingkat ekonomi dan tua-muda serta jancukers lainnya. Jabatan dan teman-temannya bukan menjadi indicator isi otak anda.  Tidak mengherankan  jika lebih banyak inspirasi muncul di warung kopi dan kedai tuak dibandingkan dari gedung DPR.

Berhubung karna lagi mumet kerja, saya dan teman saya di gondrong memutuskan untuk makan indomie di warung dekat kantor, sambil makan iseng-iseng kita ngobrol tentang kondisi-kondisi yang terjadi, kita banyak share tentang keluhan-keluhan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan banyak solusi jika memang niat. Tapi berhubung ternyata setiap orang punya pemahaman dan cara pandang yang berbeda-beda, entah karna faktor makanan mereka yg terlalu sering makan makanan basi, sehingga memang sangat sulit rasanya untuk menyatukan pemikiran ini.  

Sedang asyik-asyiknya kita ngobrol tiba-tiba aja si tukang indomie yang berbahagia ini nimbrung sambil membetulkan kursi untuk tempat duduknya dia berkata “ sebenarnya mas..bang..daritadi saya mendengar obrolan kalian berdua, inti permasalahannya Cuma satu, yaitu miskomunikasi yang mengakibatkan kurangnya pemahaman kita akan orang lain dan terlalu seringnya kita memaksakan kehendak kita pada orang lain tersebut. Kita berdua hanya bisa terdiam sambil terpaku jatuh cinta menatap gantengnya penjual indomie, sayangnya dia udah punya istri.

Ternyata perkataan dia yang tadi masih hanya pembukaan, dia banyak berceramah jika kita memahami komunikasi dengan baik akan sangat membantu kita bekerja di komunitas yang kita dampingi, untuk menguji kita sebagai komunikator yang baik atau tidak, bisa diuji dengan sangat sederhana, misalnya ketika bisa berbicara kepada anak-anak dan anaknya mengerti, kita sudah bisa menjadi komunikator yang baik, sudah pasti sukses didunia marketing. Ngomong-ngomong ada satu buku yang recommended banget dan sangat berguna sekali, tidak rugi rasanya membeli buku ini walau rada mahal soalnya buku ini tidak seperti buku psikologi biasa yang kadang ditulis asal-asalan, ga rugi loh mas..bang..! walau ilmu marketingnya menyasar kami, sejujurnya kami tidak pernah merasa keberatan membeli itu buku, sayangnya ketika itu lupa bawa dompet yang ada duitnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya tidak ada orang pelit didunia ini, Cuma berhubung karena kita kurang memahami orang lain  sehingga kita merasa mereka pelit. Tak lupa dia berbicara pentingnya menyelesaikan masalah dari akarnya, bukan menyelasaikan dari akibat yang ditimbulkan. Dia menambahkan “jangan dengarin saya mas, saya mah hanya tukang indomie”. Dalam hati saya berpikir dia sebenarnya jauh lebih bijak dari motivator yang di tivi-tivi itu. Yah..sayapun lebih banyak belajar dari Bu Janitor daripada or-or lainnya.

Begitulah orang-orang yang berbicara berdasarkan pengalaman, bukan berdasarkan jabatan, ga heran rasanya begitu banyak jabatan didunia ini yang pejabatnya sendiri kelihatan sok pintar walau sebenarnya bodoh.  Mulut besar bukan berarti otaknya punya kemampuan besar.  

Jadi,  bisa belajar darimana saja itu benar adanya loh!!  

Rabu, 29 Mei 2013

JERITAN PENJAHIT


Penjahit dimanakah hasil jahitanmu kini
Benang jahitnya tak tentu arah
Tak jelas dan tidak mempunyai tujuan
Menjahit dalaman atau luaran?

Penjahit, hasil jahitanmu tidak sesuai permintaan
Diminta benang putih,kamu pake benang hitam
Diminta jahit baju, hasilnya kaos kutang
Ohhh penjahit, kamu jahat….!!

Deadline pesanan sudah terlewat
Iklanmu tidak sesuai kenyataan
Janjimu tidak sesuai pencapaian
Penjahit jaman sekarang tidak ubahnya seperti penjahat

Penjahit masa kini sukanya isu SARA
Penjahit masa kini lebih suka popularitas daripada kualitas
Para minoritas selalu menjadi korbanmu
Penjahit jaman sekarang kebanyakan moralitasnya terbatas

Konsumen tidak mampu lagi berkata-kata
Costumer servicemu tidak melayani rakyat jelata
Kamu yang dulu gembel sekarang kaya mendadak
Dulu cebok pakai air, sekarang pake teh botol
Dulu penjahat sekarang penjahit
Dulu agak pintar sekarang pasti oon
Dulu suka warna kuning
Sekarang sukanya makan taik kuning

Penjahit yang dulu aktivis sekarang jadi artis
Dulu idealis, sekarang bisnis
Dulu berkumis, sekarang klimis
Dulunya sapi, sekarang udah jadi babi

Kata penjahit diganti ke pejabat
Pejabat yang sudah terlalu jahat
Tidak punya kepedulian yang penting sikat
Sikat mereka sampai ga pake sembat

Puisi ini memang hasil pengamatan
Pengamatan yang tak butuh riset
Riset tidak perlu-perlu amat
Hasil pengamatan cukup membuktikan kebenaran yang hakiki

Senin, 01 April 2013

I dreamed a dream


Setiap orang pasti memiliki potensi dalam dirinya, walau tidak semua orang menyadari (saya lebih suka menggunakan kata menyadari daripada mengetahui) bakat serta potensi yang dimiliki masing-masing. Sebenarnya sejak lahir anda sudah ditetapkan sebagai seorang “perampok”, anda berjuang merampok hidup dari ribuan sperma-sperma pesaing anda, dan ternyata andalah sang perampok sesungguhnya.

Tak perduli seperti apa kondisi anda sejak dilahirkan ke bumi ini, apakah anda orang miskin, orang yang terlanjur kaya, apakah anda orang yang lemah, sering jatuh sakit, orang yang selalu di bully oleh rekan-rekan anda, orang yang katanya terjelek diantara seluruh mahluk atau apapun itu, satu hal yang pasti bahwa anda memiliki “sesuatu” yang tidak akan pernah dimiliki orang lain, anda punya modal yang mampu menimbulkan kecemburuan sosial dan menjadikan anda kaya, karna anda emang benar-benar anda, tiada duanya!!

Jadi daripada terlalu sibuk meratapi kelemahan anda, lebih baik melakukan sesuatu untuk bersenang-senang, daripada sibuk melihat kedalam isi dompet sendiri mending melirik isi dompet teman anda yang lain, dan mulai memikirkan gimana caranya tuh isi dompet mereka pindah ke dompet kita dengan cara-cara perampok yang santun.

Sebenarnya saya sedang terinspirasi melihat sejarah hidup Susan Boyle sang finalis Britain got talent 2009 itu, saking sibuknya bekerja sosial sehingga informasi tentang Susan ini baru tau sekarang, kemana aja dia selama ini?

Sebenarnya Aku bukanlah sosok yang mengidolakan kompetisi tarik suara seperti yang di tivi-tivi itu. Malu dong, tampang rembo kalau acara favorit acara kaya gituan. Buat saya acara singing competition itu dipersiapkan khusus buat wanita atau bisa juga para pria yang setengah wanita atau sekalian buat waria. Tetapi sejujurnya saya sangat Tergugah Nurani Indonesia ketika melihat aksi Susan Boyle tua itu, ada beberapa fakta yang sangat menarik tentang beliau.

Inilah harta karun yang sesungguhnya yang sudah dicari para pemburu harta karun berpuluh-puluh tahun lamanya. Mujijat mengarah kepada peta untuk bertemu dengan sang harta karun yang sempat terkubur sampai 47 tahun lamanya.  Mengawali kemunculan dengan menyanyikan sebuah lagu I dreamed a dream. Ternyata harta karun tersebut muncul dari orang tua yang kulitnya sudah berkerut dan tidak berparas cantik dan berpaha putih.

Sebenarnya Susan Boyle termasuk tipe extraordinary person, bahkan ketika ditanya alamat, dia bahkan tidak bisa menjelaskan persisnya tinggal dimana. Ketika pertama sekali masuk panggung penonton dan juri memandangnya dengan sangat sinis, hampir semua mencemooh dan meragukan kemampuannya. dan satu hal yang dilakukan oleh Susan adalah dia tetap maju tanpa menghiraukan cemohan mahluk sekelilingnya.

Ketika Susan mengatakan bahwa umur dia 47 tahun, semua orang kembali menertawai dia, maklumlah Susan kan orangnya natural tanpa operasi plastik sehingga emang kelihatan cukup tua dan kulit berkerut. Emang anak muda jaman sekarang sudah kurang respect sama yang namanya orang tua, beda dengan jaman kami dulu.  mereka berpikir orang tua tidak bisa melakukan apa-apa, dan sekali kali Susan tetap maju dibalut kulitnya yang sudah berkerut.

Selanjutnya ketika dia mengatakan bahwa dia mengidolai Elaine Paige, semua orang kembali menertawai dia, kecuali aku dan istriku. Yang mana Elaine Paige bukanlah seorang penyanyi sembarangan seperti halnya Sm*sh, artis-artis Korea dan saudara-saudaranya. Elaine biasanya menyanyikan lagu di nada-nada yang sangat sulit dijangkau walau dibantu jerapah sekalipun. Sekali lagi Susan dicemooh tetapi dia memilih untuk mengabaikannya.

Tapi apa yang terjadi ketika dia mulai bernyanyi? Semua orang terdiam dan mulai menyadari kesalahan mereka, semua orang yang mencemooh berbalik mendukung, muka masam berubah jadi senyum. Suara Susan mampu membangkitkan semangat yang patah, Susan memberikan harapan baru bagi dunia tarik suara.

Walau Susan Boyle bukan juara pertama pada saat itu tetapi satu hal yang pasti bahwa dia telah mengubah jutaan paradigma dangkal para penonton. Don’t judge the book by the cover.
Jadi anda harus benar-benar berjuang demi mimpi anda, jangan pernah menghiraukan cemohan sekeliling. Setiap orang miskin pasti punya kesempatan untuk kaya dan semua orang kaya pasti akan miskin..hahahhaa

Bagaimana dengan singing competition di Indonesia? Ternyata selera music Ahmad Dhani dan Rosa sangat “miskin”. Kambing aja bisa membedakan bahwa suara Alex jauh lebih punya X Factor daripada Suara Gede Bagus. Mungkin Rosa terlalu sibuk cari suami baru dan Dhani sibuk sms-an sama nyokap Gede yang berulang tahun sehingga sudah ga bisa membedakan mana yang bagus dan yang tidaaakkk Gede Bagus. Tiop ma Tiang I Rosa dan Dhani.

Aku akan kembali menjadi pria sejati, ga ada lagi X Fuctor, sebab yang terbaik sudah tereliminasi. Tetap berjuang Alex Rudiart.

Udah ah…Mau focus dulu nih ke koperasi Bambu (Bersama-sama mencuri untung), yang mana sebuah koperasi yang mampu menginspirasi dan memberikan banyak energy kepada para tungirs.   Tertarik? Klo ga MGK (MAmanya diGaruk Kingkong)

Selasa, 05 Februari 2013

Institusi Pernikahan



Tujuh tahun lamanya kami menjalin hubungan dan sepertinya waktunya sudah tepat untuk menjerumuskan diri kedalam institusi pernikahan. sudah bosan berjalan bersama-sama mengarungi manis-asam-asin-rame- kampretnya hidup ini. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. waktu yang lumayan untuk bisa saling mengenal karakter dan kebusukan masing-masing. Sebab pengertian cinta yang sesungguhnya adalah; sama-sama “kurang” tetapi tetap sepakat menjerumuskan diri kedalam institusi pernikahan tersebut. Itu!!!!

Memutuskan menikah  bukanlah segampang menarik pedang Pattimura dari sarungnya atau keputusan ga tau diri seorang artis dangdut menjadi capres sampai kepada pernikahan dini penjahat yang dari “Garuk” dengan wanita yang masih terlalu dini. Hanya orang gila yang mau mempercayakan negara ini kepada politisi kampungan seperti mereka, bagaimanapun negara sudah blunder pernah mempercayakan Garuk ketangan penjahat yang ternyata seorang fedo. Hal ini yang dipertanyakan Maharani Suci-ga-ya teman selingkuhan penjahat yang lain. Maaf saya jadi ngomongin politik, itu artinya saya mengikuti perkembangan para bajingan seperti mereka.

Kembali ke-----asal

Kami sepakat untuk melanjutkan keinginan kami walau disatu sisi kami bahkan belum mempersiapkan apa-apa dan tidak memiliki apa-apa juga saat itu, hanya satu hal yang kami percayai bahwa kami perlu sepakat. Satu kalimat menggambarkan kondisi tersebut adalah “kami memutuskan menikah bahkan disaat kami kesulitan untuk makan”.  Biar agak seram dikit.

Singkat kata; kami sekarang sudah menikah dan sukses besar melewati rintangan-rintangan yang mencoba menghalangi. ternyata Tuhan bahkan memberkati mereka yang sering melupakanNya, banyak hal-hal yang tidak kami pikirkan terjadi, banyak jalan baru yang Dibukakan dan sepertinya seluruh jagat raya  sepakat untuk menolong kami ketika itu seperti kata om Coelho.

Oh ya istri saya yang baik hati itu juga sudah bisa masak loh, rendang dan masakan lain dia lewati dengan hasil yang gilang-gemilang. Amin
Hahaha..hohoho..hehehe..huhuhu..hihihi..wakakak..jiakakak!!!! eantah apha-apha tulisan ini..!

Selasa, 30 Oktober 2012

Anti-Poverty, Pro-Prosperity


Terinspirasi dari sebuah novel the street lawyer atas rekomendasi seorang sahabat yang katanya bagus banget dan ternyata dia bener bener bener 100 persen. Sejauh ini sih saya membacanya masih sampai bab 5, tetapi benar-benar luar biasa bisa menggugah hati (seperti Gugah Nurani, en-ji-oo korea itu, hahaha), alhasil melalui buku ini memberikan komitmen baru dalam hidup bahwa tidak akan pernah berhenti membantu, sekalipun saya termasuk golongan yang tidak punya banyak, tetapi  dalam hal berbagi menjadi misi abadi. Ternyata Tuhan seringkali berbicara bukan hanya dalam konteks rohani, jadi kurang-kurangi kalian aktivitas yang 6 hari seminggu itu woy.

Novel tersebut bercerita tentang seorang pengacara yang bekerja disebuah biro hukum yang cukup mapan, berada didivisi yang paling potensial untuk kaya untuk mengeruk fulus dalam jumlah yang wah, dan merupakan divisi yang paling potensial dalam hal peningkatan karir. tetapi semuanya seakan tidak ada artinya ketika nafasnya berada diambang kematian, oleh kejadian seorang gelandangan yang menyandera dia dan teman-teman pengacara kaya-nya.  dia tersadar bahwa harga segelas kopi yang biasa diminumnya bahkan mampu menyelamatkan puluhan nyawa  para gelandangan, harga seporsi makan standarnya bisa menyelamatkan ratusan orang miskin. Kenyataanya,  tidak sampai satu persenpun dari penghasilan total pertahun disisihkan untuk orang miskin. Dan yang tidak sampai satu persen tersebut, hanya karna merupakan kewajiban kepemerintah sesuai dengan undang-undang negara setempat. Akhirnya momen ini menjadikan titik balik bagi hidup sang pengacara tersebut.

Meskipun uang melimpah tapi tidak pernah terbersit keinginan untuk membantu mereka yang miskin dan butuh perhatian. Ini sungguh sebuah realitas yang mengerikan, bagaimana kita bisa tertawa dengan segala kemewahan sementara terlalu banyak orang susah disekeliling kita yang bahkan tidak punya makanan alih-alih tempat tinggal? Jika kita termasuk orang seperti ini, allang ma gadong i!!

Tidak salah jika seorang Mahatma Gandhi berkata bahwa “ Dunia ini terlalu besar untuk kita, tetapi terlalu kecil untuk satu orang rakus”. Anda lihat bergitu rakusnya orang rakus itu, sampai dunia sebesar ini tidak membuat dia merasa puas.  Faktanya adalah orang miskin hanya diperbudak untuk menjadikan yang kaya lebih kaya sedangkan yang miskin tinggal menunggu sekarat dan meninggal. Bahkan, sepatu Adidas yang  dijual jutaan diluar negeri, hanya diberikan 5 ribu perak untuk upah kerjanya, padahal kencing di mall aja sudah harus bayar 2 ribu, artinya upah dari mengerjakan sepasang sepatu, hanya mampu membayar dua setengah kali kencing di mall.  

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah warga miskin di DKI Jakarta mencapai 3,69 persen berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2012. Walau saya tidak percaya sama sekali akan data itu. bagaimana mungkin jika hanya 3,69 persen orang miskin, begitu gampangnya menemukan mereka bertaburan dimana-mana.  Kemacetan Jakarta merupakan gambaran dari banyaknya orang mampu di kota ini, bagaimana jika 100 juta orang kaya mau membantu 100 juta orang miskin? Saya pikir masalah kemiskinan ini akan selesai. Tetapi masalahnya, selalu lebih mudah seekor unta masuk melewati lubang jarum daripada seorang kaya.

Saya selalu memiliki komitmen untuk  membantu mereka yang membutuhkan, selalu ada kesenangan jika dapat membantu orang, anda tidak akan pernah tahu jika suatu saat hal ini menimpa kita atau orang yang kita kasihi. Rumah kontrakan saya selalu terbuka bagi mereka yang membutuhkan, sekalipun saya terbatas tapi tidak akan pernah membatasi pertolongan saya bagi mereka yang butuh. Sepanjang hidup, saya sudah merasakan hal yang seperti ini, merasakan betapa pentingnya bantuan orang lain ketika kita butuh. Anda bahkan tidak akan pernah bertambah miskin ketika mau memberikan dari yang anda punya, realitanya; anda akan makin kaya dan semakin kaya.

Walaupun bukan termasuk orang yang punya banyak, tetapi saya ingin menjadi pribadi yang punya totalitas membantu mereka yang membutuhkan, tidak peduli jika pada akhirnya saya tidak bisa membeli barang yang kuinginkan, pakaian dengan merek tertentu yang kudambakan, serta tidak bisa menikmati fasilitas mewah seperti yang diimpikan banyak orang, tapi jalan terbaik yang harus kulakukan adalah memberi mereka bagian terbaik dari hidupku.  

Bagi mereka yang suka menceritakan kabar baik tapi pelitnya sumalin, bisa minta cuti dulu deh, mumpung staff departemen administrasi blom pulang!!

Selasa, 28 Agustus 2012

Java Road Trip


RM Pujasega, Garut


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga untuk liburan senang tenang bareng teman-teman seperjuangan semasa di Aceh dulu. Setelah ada yang capek bekerja, capek ngurus usaha,juga ada yang capek jual CV buat penawaran tertinggi. Liburan sepertinya merupakan  opsi yang paling masuk akal untuk mengembalikan semangat juang setelah sepanjang tahun ini pikiran dan tubuh sudah bekerja maksimal, jadi tidak ada salahnya memberikan bonus  relaksasi buat si tubuh. 





Inilah namanya berkah dari sebuah perbedaan, mereka yang lebaran, kami bisa liburan. jadi jelas terlihat ada simbiose mutualisme, percayalah kawan bahwa dunia tidak akan pernah indah jika hanya terdiri dari warna kuning telor dan satu jenis kelamin.  heran aja di jaman sekarang ternyata masih ada mahluk  yang tidak bisa menghargaiperbedaan bahkan rela mengkhianati hasil karya (baca ;lagunya) sendiri demi menentang mereka yang berbeda dengan dirinya!

Kami berangkat dari Gerobak Pasir Carwash yg recomended itu. berangkat berempat yang terdiri dari mas-mas sing ganteng dan simboke sing cantik-cantik pisan. Destinasi awal ke Garut kota yang terkenal dengan dodol Garut-nya, keindahan alam yang ruar biasa bagus, berbagai macam kuliner, hawa yang dingin,  dan tentu saja pusat kerajinan kulit yang sudah mendunia itu. Sesampainya disana berkat bantuan GPS kami langsung menuju Sukaregang Leather craft center. Kami mengunjungi toko sepanjang jalan tersebut untuk melihat hasil karya anak bangsa, hasilnya? Kami sangat antusias dengan Karya-karyanya yang sungguh bagus dan potensial untuk dijajakan, hanya perlu sedikit peningkatan desain yang lebih kreatif  supayanya bisa bersaing dengan produk kulit brand terkenal. Berbagai inspirasi muncul dari kunjungan ini, salah satunya peluang bisnis yang memang menjadi millennium development goal kami. ide-ide usaha tersebut muncul begitu saja di lokalisasi Sukaregang, yah untung-untung tipislah.

Setelah bosan berkeliling perutpun terasa lapar, kami mencoba mencari makan di restoran Cibiuk, setelah menempuh perjalanan yang sebenarnya tidak begitu jauh tp muacet kami tiba di Cibiuk, kabar buruknya tidak ada lagi tempat yg tersedia karna semua meja telah di reservasi, maklum saat itu juga masih bulan puasa dan kami tiba disana tepat 15 menit sebelum bukaan. Kami putuskan untuk makan bebek goreng dipinggir jalan, walau makannya tidak sesuai ekspektasi tp lumayan demi menganjal perut  sebagai modal melewati malam yg dingin di kawasan cipanas ini.

Setelah makan malam kami memutuskan ke penginapan yang telah dipesan sebelumnya, harganya lumayan bagi kami yang berkantung tipis (isi dompet hanya terdiri dari ktp dan kartu keluarga). kami putuskan iseng-iseng untuk Tanya-tanya harga penginapan sembari menuju hotel yg sudah dipesan. Hotel pertama harganya tidak jauh beda dengan hotel sebelumnya dan kami memilih untuk bertanya ke salah satu penginapan lagi, alhasil setelah menemukan hotel yg lumayan bagus dan tawar menawar harga siapa tau masih bisa dinego karna memang kondisi penginapan sekitaran cipanas tersebut tergolong sepi,  hal ini dikarenakan menjelang lebaran dan orang sibuk dengan keluarga masing-masing.  Akhirnya kami menemukan harga yg jauh lebih murah dan kami putuskan untuk menginap dihotel tersebut untuk 3 malam, dan DP untuk booking ke hotel yangpertama dikembalikan 100 persen. Alhamdulilah,lumayanlah untung-untung tipis!!

Sebenarnya ke Garut merupakan kali keduaku seumur hidup setelah yg pertama terjadi sekitar 16 tahun yang lalu. Warga garut terkenal dengan ramah gilanya bo, beda banget dengan warga metro yang super egois dan gampang esmosi. Jadi di Garut aku seperti mengenang masa mudaku dulu ketika pertama kali menginjakkan kaki disini, banyak kenangan kebahagian yang tak terlupakan bersama dengan orang2 yang sangat special yang tentunya  bukan dengan seorang cewe jangkung berpaha putih(Jerapah) seperti yang anda bayangkan.

Hari-hari kami selama disana selalu berkunjung ke pusat kerajinan kulit tersebut, sebenarnya tidak direncanakan sih, tapi entah mengapa roh-roh perbisnisan sepertinya selalu mengarahkan kami untuk berkunjung kesana setiap hari, ini akibat permintaan barang akan kulit meningkat pesat diinbox hape kami.  Selain itu kami juga mengunjungi Ngamplangyang seingatku, dulunya memiliki pemandangan yang sangat indah dan hawa yang super sejuk, bahkan pernah juga merasakan bermain golf disana,tapi  ternyata kondisinya sudah jauh lebih buruk dibandingkan dengan 16 tahun lalu.

Kami juga berkunjung ke Sampireun, sebuah Penginapan dengan pemandangan ala kampung penuh romantisme, danau buatan yang indah,  plus kano/sampan yang lumayan mahal dan siap mengantar sarapan  pagi anda langsung didepan kamar. bener-bener takjub lihat pemandangan yang seperti ini, ga heran begitu banyak manusia (bukan tamu hotel)yang lalu lalang hanya untuk menikmati panoramanya, termasuk rombongan kami yang rendah hati ini. 
Agenda sebenarnya pengen lihat lokasi untuk foto pre-wed salah satu anggota rombongan.  keren banget sih, tapi sepertinya yang bersangkutan tidak punya cukup waktu. maklum saja,  dia bekerja dilembaga Korea yang terkenal dengan kerja keras dan minus income.Terlalu banyak hal yg perlu dipertimbangkan untuk pre-wed disampireun, oh well mungkin dia lebih baik cari opsi lain saja buat foto pre-wed-nya, di jalur busway misalnya!

Oh ya, selama di tempat ini kami tidur sekamar berempat tapi kekudusan tetap poin paling utama yang kami junjung tinggi seperti pesan kakak PA. Perang kentut tak terhindarkan lagi, apa boleh buat kesempatan seperti ini tidak datang 2 kali. Salah satu hal penting untuk mengisi kebersamaan ini adalah dengan perang kentut, aroma nomor dua,kebersamaan yang terutama. Hidup akan semakin indah jika baunyabener-bener tajam! Inilah namanya kebersamaan KaWe Premium.

Selama di Garut selalu berusaha menyelesaikan cita-cita negeri untuk menikmati Cibiuk. Kali ini kami datang jauh sebelum jam buka puasa, walaupun rasanya pas-pas an tapi suasana dan panorama restaurant tersebut cukup untuk menutupi rasa kecewa kami. Berat rasanya memang untuk meninggalkan kota Garut, karna jujur, bahkan ketika kita tidak melakukan apa-apa pun diGarut sudah cukup nikmat, apalagi jika melakukan apa-apa…..MengGaruk misalnya.

Suatu hari kami akan kembali sebelum si kawan mengikat janji, penting sekali untuk follow up bisnis yang untung-untung tipis itu. Kami benar-benar sangat menikmati kota dan kebersamaan kami ini.  
Terpujilah Nama-Nya untuk setiap keindahan yang dianugrahkan kepada kita..Mari melompat dan tepuk tangan sampai tangan kapalan!!

Kebumen, arti dari sebuah ketulusan


Setelah 3 hari menikmati kota Garut nan seksih, kami melanjutkan perjalanan menuju Kebumen, entah apa sebenarnya yang ditawarkan kota ini untuk kami nikmati nantinya, kami juga tidak tau, yang pasti kami tetap mau melangkahkan kaki untuk tinggal beberapa hari disana. salah satu tujuannya, kami pengen sekali bertemu dengan seorang sahabat yang sudah beberapa tahun tidak bertemu, yang kebetulan dia sedang tinggal di Kebumen, selain mencari job seekers yang bersedia ditempatkan di Jakarta.

Perjalanan dari Garut menuju Kebumen cukup lama, macet tak terkira. Belum lagi banyaknya sepeda motor yang lalu lalang tak tentu arah, mobil pribadi plat B yang katanya asal kota Metro  minim tata krama mengemudi sesuka hati nenek moyangnya saja, untung kami masih bisa menguasai diri setelah belajar cara menguasai diri ala Ajahn Bram melalui bukunya yang terkenal itu. Kemacetan saat itu hanya menimbulkan sedikit emosi, sisanya sukacita tanpa cukur bulu.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam, tibalah kami di Kebumen, Arahan dari sobat kami itulah  yang mempertemukan kami dengan dia yang sedang menunggu didepan tugu entah siapa itu. Kamipun menuju rumahnya yang terletak diatas bukit. Setelah tiba dirumahnya, cipika-cipiki dengan teman tersebut, kami agak sedikit terkejut akan penerimaan keluarganya atas kedatangan kami. Mereka bahkan masih setia menunggu kedatangan kami walau sudah tengah malam dan gelap gulita menyelimuti dunia saat itu. Kami ngolor-ngidul sebentar sambil menikmati lontong buatan teman yang memang hobby masak, masakannya enak tenan hanya beda tipis dengan master chef, bedanya master chef ada jurinya yg gayanya menjijikkan sok serius gitu, sedangkan yang ini ditemanin anggota keluarga yang senyum-senyum simpul.

Kebumen saat itu benar-benar dinginnya menusuk ke tulang, tapi terasa hangat dan tersanjung akan penerimaan keluarga ini terhadap kami. Rumahnya jauh dari kesan mewah tapi penerimaan dan ketulusan mereka menampung kami benar-benar memberikan kehangatan tersendiri. Ketulusan ini bisa anda lihat dari wajah mereka yang tanpa kepura-puraan, sukacita alami mengalir dan jelas terpancar dari sana, kami bersyukur bisa mengenal sebuah keluarga baru.


Akibat rasa lelah sepanjang perjalanan, kamipun bersiap untuk tidur, dikarenakan hanya ada satu kamar yang tersedia , kami berdua yang cowo tidur di bangku ruang tamu + ruang makan yang baru saja kami duduki. Bermodalkan kain sarung kamipun mencoba untuk tidur, berhubung sarungnya hanya mampu untuk menutupi sebagian tubuh, jadilah ketika sarungnya ditarik kearah kepala, bagian kaki akan mengalami kedinginan luar biasa dan demikian sebaliknya. Belum lagi akibat kedinginan sering bangun di tengah malam, pikir-pikir sebentar antara mau kencing dipohon samping rumah atau ditoilet selama setengah jam, keputusan telah diambil dan sipohonlah yang jadi sasaran air mancur mini ini.

Dini hari saya sudah bangun, untung saja 2 gelas kopi sudah tersedia dimeja,  yang satu merupakan jatahku sedangkan yg satunya jatah menantu sang pemilik rumah. Gelas kopiku sudah habis, tatapanku mengarah kegelas yang satunya lagi masih terisi penuh, mumpung yang punya rumah ga lihat, gw sikad juga dah tuh kopi, dan ketika timbul pertanyaan akan keberadaan kopi tersebut, sebagai seorang laki-laki sejati anda harus benar-benar menjawab jujur setiap pertanyaan yang muncul, dan saya hanya menjawab "tadi dah diberaki lalat"!! (padahal awaq boong terhadap pembaca) Beres!! Itulah arti sesungguhnya dari seorang laki-laki sejati

Paginya setelah sarapan, kami jalan-jalan keliling Kebumen untuk sekedar melihat-lihat sambil nyari rumah "teman". Akhirnya kami menemukan rumah "teman" tersebut untuk kami singgahi di malam kedua, bukan apa-apa, cuma rasanya lebih sopan jika menginap dirumah sahabat tersebut tidak lebih dari 2 malam. secara kita berempat bo, cost-nya terlalu besar.

Selanjutnya dihari yang sama, kami berkeliling lebaran kerumah teman-temannya teman kami itu yang sedang kami temani, seperti biasa beragam makanan pasti tersedia dimomen lebaran seperti ini, tape  salah satu menu yang kulahap sedemikian rupa, hal ini pengingatkan saya akan lirik sebuah lagu masa kecil saya yang berbunyi seperti ini “tape –tape, obatni na male, diallang jadi TE” hahahaha… perut kenyang, hati tenang minimal sampai ke simpang.

Malam harinya kami bermaksud untuk pamit kekeluarga teman kami, karna harus menginap dirumah “teman” kami yang satunya lagi. Dan hal yang paling mengharukan ternyata kami telah dihidangkan opor ayam kampong untuk kami makan. Mungkin buat anda ayam kampong tidak begitu spesial, tetapi saya tau persis arti yang sesungguhnya, ayam kampong hanya akan dihidangkan bagi tamu yang special, itu sebagai bentuk penghargaan kepada tamu yang datang. buat mereka daging ayam kampong merupakan symbol dari penghargaan, kesenangan dan kesan yang indah. Dan perlu anda ketahui ayam kampong tersebut sengaja dibeli khusus untuk kami.

Saya jadi teringat hal yang seperti ini bahkan terjadi dikeluarga kami. Tamu yang spesial akan dapat jatah berupa hidangan ayam kampong sebagai ucapan trimakasih dan syukur, setiap anggota keluarga yang mau bepergian jauh akan mendapatkan ayam kampong sebagai menu paling mewah.  Sampai sekarang saya selalu kangen masakan ayam kampong ala ibu sinaga.  Memang ayamnya kampungan tapi rasanya bo, jauh lebih nikmat daripada ayam kampus apalagi ayam kampret…

Tidak sampai disitu saudara-saudara, kelapa muda yang sudah kami impikan sejak siang hari juga ternyata sudah dipetik beberapa buah, bener-bener seperti mimpi dibawah pohon kelapa rasanya ketika mendapatkan kejutan special seperti ini. Seperti kata pepatah, “kelapa yang benar berada diperut orang yang benar pada saat yang benar-benar…..haus kelapa muda” . pribahasa ini cocok bagi kawula muda yang hampir hamil muda.

Tulus sebuah kata yang hanya mudah diucapkan, tapi tidak semua orang mampu melakukannya. Tulus mengagambarkan sesuatu yang tampa pamrih dan kata yang mematahkan sejuta argumentasi.  Mungkin banyak orang disekeliling anda yang mudah berkata “ kalau kekota A atau B datanglah berkunjung, menginaplah disana dan janji-janji manis lainnya. tapi jangan heran ketika anda sudah berada disana, orang yang anda temui bahkan susah dihubungi karna hape sudah dimatikan”.

Kebumen, membukakan mata kami untuk lebih mengerti akan arti dari sebuah ketulusan melalui penerimaan keluarga ini. Ketulusan tidaklah harus terkesan mewah dan menghabiskan banyak duit, tapi senyum dan pintu rumah yang terbuka rasanya sudah cukup. Senang mengenal keluarga baru di Kebumen, kami akan selalu berdoa supaya keluarga mereka dilimpahi berkat.

Trimakasih sudah menerima kami para pelancong jalanan bukan gelandangan!!!


Senin, 27 Agustus 2012

Purworejo - Yogyakarta “Slamatkan Bumi”


Dari Kebumen kami menuju Yogyakarta, sebenarnya dari awal kami tidak punya rencana untuk berangkat kekota ini, berhubung terlalu jauh dan based on  pengalaman si Ratu dimasa lalu, kota ini selalu dipenuhi mahluk-mahluk berambut halus tanpa rebonding setiap hari raya. Tapi ternyata pesona kota Yogya dan si dia yang telah menunggu disana mematahkan segala “theory pertimbangan” itu.

Kami berangkat menuju Yogyakarta sekitar jam 9 pagi, jalanan macet, sehingga cukup menguras waktu dan tenaga. Kami tiba di Purworejo sekitar jam 13.00 wib, hampir 4 jam perjalanan yang seharusnya hanya butuh sekitar 1 jam. Kami sudah ditunggu sobat kami nan seksih baik pisan yang kebetulan sedang berada di Purworejo dirumah orang tua-nya. Dari bbm terlihat dan dari teleponnya terdengar bahwa sobat kami ini sedang memasak soup ayam terbaik sebagai santapan makan siang kami nantinya.  “Soup Ayam” hanyalah merupakan kata-kata pancingan untuk makan siang gratis, dan sepertinya berhasil.

Di Purworejo kami dijamu dengan sangat baik, senang rasanya bertemu dengan sobat ini lagi, karna sekalipun sama-sama di Jakarta tapi memang jarang sekali bisa bertemu, hanya terhubung dengan group di bbm dengan nama d’tungirs sekedar menutupi rasa kangen. Inilah akibat kota Jakarta yang makin hari makin muacet dipemerintahan si kumis, that’s why slogan “Jakarta without mustache much better” tidak diragukan lagi kebenarannya.

Ternyata dirumah itu tidak hanya tersedia soup ayam seperti prediksi kami sebelumnya, tetapi berbagai makanan yang enak sudah terhidang, buah-buahan, menu bukaan puasa, dan semua makanannya enak tak terkira, seenak melihat muka sobat kami ini yang riang gembira cantik pisan menerima kedatangan kami. Blom lagi bisa bertemu anak-anaknya yang ganteng-baik - bijak dan sopan (Kevin, yang sehabis kentut baru permisi untuk minta maaf), lukisan keponakan-nya yang keren, dan “Fitrahnya om, fitrahnya om” yang selalu di teriakkan Ico. Kami sangat senang bertemu keluarganya. Mereka sangat baik. cerita berbagai pengalaman mereka dimasa mudanya, pengen rasanya punya keluarga yang romantic seperti itu sampai masa tua mereka. Sungguh indah bisa bertamu kerumah ini. Purworejo bener-benar memberikan kekuatan kepada kami untuk menempuh perjalanan selanjutnya ke kota Yogya…cieilehhh




Di Yogya tiba sekitar jam 3, kami sudah ditunggu temannya teman kami yang belum berteman dengan kami tapi akan segera temanan. Diseberang sana dia menunggu dibawah pohon besar didepan kafe dengan bangunan kuno itu. Dia tidak menyadari kedatangan kami sampai pada panggilan si Wanted yang ketiga kalinya. Datang dengan membawa sepeda yang sudah dilipat untuk dimasukkan kebagasi. Kesan pertama yang muncul adalah “dia pasti salah satu generasi biru yang akan menyelamatkan bumi”. Setelah kenalan kamipun memutuskan untuk ngopi sambil ngemeng-ngemeng.

Sambil makan-minum-duduk-santai, kami ngobrol-ngobrol sampai menuju pada sebuah rahasia tua yang telah berumur terbongkar. The most Popular word for that day was “My Koala” wakakakkakakakakka..huahahhahahaha..hehheheh..hoooaoaoa.. Indeed these word are a sexiest nickname ever!!!

Perut kenyang, mata melek karna segelas kopi kamipun memutuskan untuk menonton sebuah film “perahu kertas” yang diangkat dari sebuah novel yang cukup terkenal. lumayanlah, jauh lebih bagus  dari novelnya Fredy S sang penulis yang akrap dengan kata-kata “wanita itu datang tanpa sehelai benangpun ditubuhnya..hahhaha (surprisingly that she know Fredy S very well) tapi sayangnya masih bersambung gitu, jadi mau ga mau harus mengeluarkan dana ektra lagi untuk menonton sambungan film tersebut. Dari mall setempat tak lupa kami bawa oleh-oleh “dalaman” sebagai pengganti stok yang sudah menipis.




Kami tiba dirumah teman kami hampir jam 10, kami bertemu dengan keluarganya yang ternyata baik-baik banget, sempat melihat-lihat karya lukisan adek teman kami ini yang luar biasa bagus, bagaimana mungkin seumuran dia sudah bisa menghasilkan mahakarya seperti ini? Sedangkan saya yang sudah berumur tiga puluhan hanya mampu melukis dengan pemandangan gunung-gunung dan matahari berada persis diantaranya, itu doang!!.

Kami masih menyempatkan untuk makan malam, soalnya sayang banget makanan seenak-enak itu ga di “sikad”, disamping memang karna lapar. Makanannya taste Padang banget, sehingga cocok dilidah kami yang memang Sumatra ini. Makanan ini mengingatkan kami akan memori 2 tahun lalu ketika sama-sama bekerja disebuah lembaga di Pariaman akibat gempa bumi pada saat itu, sungguh sebuah kenangan-manis-kebersamaan yang tak terlupakan.

Ketika memasuki kamar, saya sangat terkejut dengan banyaknya buku-buku dikamar itu. Sangat jelas terlihat bahwa keluarga ini benar-benar keluarga yang sangat mencintai pendidikan, orang tuanya saja sebagai dosen di salah satu universitas paling bagus di kota itu. Aku tersadar dan mengerti kenapa selama ini lebih banyak cangkul daripada buku dirumah kami adalah hanya karna orang tua-ku seorang petani..ini ternyata alasannya, baru tau saya…hehehehe

Setelah bangun pagi, mandi dan sarapan, kami berniat ke pasar untuk survey produk yang cukup potensial untuk dibisniskan, sebenarnya cukup banyak kerajinan yang ada disana dengan harga yang cukup murah, tetapi sepertinya kopi dan jajanan dibawah sana jauh lebih menggiurkan daripada muter-muter pasar. Kami putuskan untuk mencicipi beberapa jajanan ala Yogja.
Dari pasar tersebut kami keluar dari daerah sekitaran Malioboro karna memang macet gila disana. Kami menuju café yang menjual makanan khas Jogja, yaitu Gudeg. Oleh karna saya dan teman saya tidak begitu suka dengan makanan tersebut kami memutuskan untuk membeli makanan tidak jauh dari situ.

Berhubung besoknya kami berencana pulang, kami mencoba mencari sedikit oleh-oleh, ini sebagai bukti kalau kami baru saja menginjakkan kaki di Jogja. Oleh-oleh ditemukan, salak pondoh yang terkenal itu dibungkus, tibalah saatnya untuk berkaraoke ria. Walau suara pas-pasan yang penting happy.  Malam itu Jelas terlihat bahwa kami benar-benar bahagia dan cenderung agak sedikit menggila, lagu project Pop “ingatlah Hari Ini” merupakan lagu menutup paling pas..hahahahaha

Setelah makan malam, tidur karna harus terbangun dini hari sekali untuk menghindari muacet dijalanan, paginya kami diberangkatkan walau dia harus ikut berkorban dengan terbangun di jam-jam yang pada dasarnya jam paling enak tidur. Trimakasih sudah menampung kami, senang sekali bisa kenal dirimu sobat, udah baik, pintar anak S2 lulusan Belanda pula.  Trimakasih untuk jamuannya selama kami berada disana, suatu saat perjalanan ini akan menjadi rangkaian sebuah cerita bersambung untuk anak-cucu saya kelak.
Senang bisa kenal dirimu yang baik hati dan tidak sombong, low profile high profit.

Dan kita bukan orang Korea, my koala!!! LOL

Kamis, 19 Juli 2012

Suara keras, tampang marsuhi-suhi, karakter kuat dan selalu bernyanyi…..Aku Batak!!



Iyah saya orang batak, ada pertanyaan? Bosan banget dengan komentar orang yang selalu protes terhadap logat suku tertentu. Memangnya logat mana yang sudah di tetapkan undang-undang jadi standar logat di Negara ini?  bagi sebagian orang akan mencoba untuk menyembunyikan identitas logat beserta kambing-kambingnya hanya demi gengsi, tapi saya tidak. Suara keras, tampang marsuhi-suhi, karakter kuat dan selalu bernyanyi..ya..aku batak!!!

BATAK KALI KAU! Adalah kata-kata yang bukan hanya sering keluar dari mulut mereka yang bukan batak tapi nyatanya mereka yang jelas-jelas batak juga sering sekali mengeluarkan kata-kata yang seperti ini. Mereka merasa ketika berhasil menghilangkan kekentalan logat bataknya merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Menjijikkan sekali memang mendengarnya tetapi apa boleh buat, saya jamin mereka hanya kumpulan orang batak pecinta drama Korea.

Orang batak tidak terlahir sebagai manusia yang suka basa-basi, berbicara langsung ke inti permasalahan. Kalau ga suka langsung bilang tidak.  kalau suka bilang “holong Rohakku tuho ito, olo do ho tu au? Molo olo bah mauliate, molo so olo bah lubangni ..” itu baru orang batak.

Jadi buat saya, tidak ada alasan untuk malu sama identitas kita, tidak perlu menyembunyikan siapa anda, tak perlu malu dengan logat anda yang sudah ada sejak lahir itu, toh logat itu ga akan berubah sekalipun sudah makan keju dipagi hari, pecel lele di siang hari dan kambing guling di malam hari. Tidak perlu menghilangkan marga demi kemudahan cari kerja, kalau otak anda memang bisa dijual mau marga anda sepanjang rel kereta api-pun tetap aja gampang cari kerja. Berhentilah berpura-pura sobat, sipata tiop hamu tiang I, baen kopim dua seddokna..intinya bagi yang sering pura-pura dan sering menertawai sang logat satu kata buat kalian..TUNGIRRRRRR!!!
 adong mandok pisang??


Selasa, 10 Juli 2012

its me.. and my..: :) My Odi :(

its me.. and my..: :) My Odi :(: Odi saya mau datang tanggal 5 dan 6 Juli. Sebelumnya sih udah ketemu sama ini Odi, tapi mungkin karena baru kenal, saya yang tergolong ana...

Rabu, 18 April 2012

SeKen (Seni Kentut)


Kentut adalah sebuah kata dan tindakan yang akan menghasilkan beragam ekspresi pendengarnya. Beragam ekspresi yang diakibatkan oleh kentut ini,  ada yang girang, bahagia, marah, murung, kesal, malu-malu, bahkan tak jarang ada yang minta nambah. Pastinya setiap orang punya pengalaman yang manis-pahit, sedih-bahagia. Tetapi apapun itu kentut adalah salah satu bukti keberadaan kita didunia ini, bukti identitas kita sebagai manusia. Bayangkan ketika kita tidak bisa kentut, apa yang akan terjadi? Saya jamin anda pasti akan merindukan suara merdu dan bau asem-nya. Alkisah, ajang saling tunjuk di gedung DPR ketika sedang membahas kenaikan harga BBM ternyata bukan karna perbedaan pendapat, tapi nyatanya hanya diakibatkan oleh kentut.

Cinta dan kentut itu hanya beda tipis, kalau cinta hanya akan membuat kita terkadang bahagia dan menangis, tetapi dengan kentut selain hanya membuat anda bahagia, juga akan buat anda tersipu malu seperti saat jatuh cinta pertama kali. Bedanya, dalam kasus cinta anda hanya tersipu malu saat pertama kali menyatakan cinta, tetapi dengan kentut anda masih akan tetap tersipu malu sekalipun anda sudah melakukannya untuk kesejuta untuk kalinya.  

Cinta tanpa rasa bukan cinta namanya, kentut tanpa bau bukan kentut namanya, cinta dan kentut tidak seharusnya ditahan, lebih baik dinyatakan biar leganya terlaksana, cinta dan kentut harus sama–sama keras bersuara supaya cita-cita demokrasi semakin cepat terlaksana, cinta ketika ditahan akan membuat anda cemas, kentut ketika ditahan akan membuat anda pingin nonton suster keramas, apapun itu Cinta selalu menyatukan persepsi dan kentut selalu berhasil menyatukan emosi. Dari perbedaan diatas jelas sekali terlihat bahwa kentut paling banyak membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Selain alasan kesehatan, buat saya kentut merupakan sebuah seni, jika dipergunakan dengan baik dan bener akan memperpanjang umur. Saya sendiri salah satu pelaku yang suka kentut, puas rasanya melihat respon manusia yang ada disekeliling disaat mengeluarkan bunyi-bunyian itu, selalu merasa semakin sixpack ketika bisa berbagi kentut dengan mereka. Buat mereka yang  marah, saya yakin karna mereka tidak tau cara bertrimakasih. Sudah tinggal nyium baunya ajapun masih aja marah, mereka pikir kita ga butuh usaha yang cukup untuk sekedar mengeluarkan suara yang seperti itu?

Kentut bisa dipakai untuk melukis, melukis kenangan yang indah buat pendengarnya. Bisa juga dipakai untuk seni music, bayangkan ketika suara-suara itu disatukan, pasti akan menghasilkan musik yang tiada tara indahnya, cocok buat mereka yang punya selera musik berkelas.  Dalam seni beladiri juga kentut bisa digunakan, anda bisa belajar cara menangkis baunya, jika anda berhasil itu baru namanya hebat. Asumsi saya jurus beladiri tercipta berawal dari sayembara menangkis sang bau kentut, itu sudah!

Coba deh mengeksplore kentut dengan inovasi yang baru, misalnya anda kentut ketika sedang berpapasan dengan cewe-cewe cantik yang sudah bergaya maksimal, dijamin mereka pasti terlihat semakin cantik. Anda kentut sambil pura-pura batuk, orang akan merasa kasihan akan batuknya tetapi akan simpatik terhadap baunya. Ketika anda kentut bisa juga anda pura-pura angkat Hape, cara ini bakalan jitu menghilangkan jejak pelaku. Kentut di angkot ketika penumpang sedang penuh, jenuh mendengar music kampungan sang sopir, macet, capek setelah kerja seharian, dijamin baunya akan mengembalikan semangat mereka yang sempat patah dan menghentakkan kepala mereka yang sempat layu. Kentut disamping dosen yang sedang mengawasi anda ketika ujian, dijamin dosen akan kabur dan andapun bebas berekspresi melihat contekan. Coba deh, mumpung kentut jaman sekarang belum berwarna, karna jika sudah berwarna, anda tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan.
Berbagai hal bisa anda ciptakan dari ”si centil” yang tidak pernah anda anggap selama ini. Amazing!!
(saya sudah melakukan semua hal di atas-red)

Banyak jenis orang dalam kentut, orang jujur biasanya akan mengaku kalau sudah kentut tapi ujung-ujungnya dia pasti bilang ”hanya dikit kok”, yang tidak jujur malah sebaliknya, jelas-jelas kentut orang lain, malah di claim miliknya. Orang bodoh akan menahan kentutnya berjam-jam sambil makan singkong, sedangkan orang berwawasan lebih suka mengentuti singkongnya dulu baru dimakan.

Mereka yang hemat selalu menarik bau kentutnya kembali dari peredaran, beda dengan yang pelit  yang selalu mengeluarkan kentut untuk konsumsi sendiri. Orang yang sombong ketika kentut lebih suka sambil mengibaskan rambutnya, sedangkan yang ramah selalu menyapa dan mengulurkan tangan kepada kentut orang lain. sedangkan mereka yang tengil lebih suka kentut sambil ngemil. Orang yang keras kepala lebih suka membenturkan kepalanya ke tembok setelah kentut, dengan maksud supaya tuh kepala makin terlatih, amit-amit deh mereka yang sehabis kentut pura-pura bermuka imut!

Orang yang misterius, ketika kentut tapi orang lain tidak ada yang tahu, sedangkan mereka yang percaya diri lebih suka ketika kentutnya bawa oleh-oleh (ampas-red), paling sadis lagi mereka yang suka kentut sambil dibekap dengan tangan kemudian dibekapkan kehidung orang lain. mereka yang pemalu selalu tersipu walaupun blom kentut. Mereka yang strategic suka kentut sambil berteriak sekencang-kencangnya untuk menutupin dosa kecilnya.

Jadi bagaimana seharusnya frekuensi kentut yang dilindungi oleh hukum? Mereka yang 4 kali sehari dilindungi pasal 6, yang 8 kali sehari dilindungi pasal 6a, dan yang 20 kali sehari dilindungi pasal 7a, sedangkan mereka yang diatas itu akan dilindungi oleh anggota dewan.

Jadilah sniper, yang kentut disini yang kena disana, atau kentut tak bersuara tapi baunya sampai 3 hari ga hilang-hilang bahkan lengket di dinding, seperti halnya mereka yang gila, yang suka menulis dan meneliti tentang hikayat hidup kentut.

Kentut..........kentut......., kisahmu  sungguh membangkitkan kenangan dan memberikan inspirasi bagi semua orang!!