Selasa, 28 Agustus 2012

Kebumen, arti dari sebuah ketulusan


Setelah 3 hari menikmati kota Garut nan seksih, kami melanjutkan perjalanan menuju Kebumen, entah apa sebenarnya yang ditawarkan kota ini untuk kami nikmati nantinya, kami juga tidak tau, yang pasti kami tetap mau melangkahkan kaki untuk tinggal beberapa hari disana. salah satu tujuannya, kami pengen sekali bertemu dengan seorang sahabat yang sudah beberapa tahun tidak bertemu, yang kebetulan dia sedang tinggal di Kebumen, selain mencari job seekers yang bersedia ditempatkan di Jakarta.

Perjalanan dari Garut menuju Kebumen cukup lama, macet tak terkira. Belum lagi banyaknya sepeda motor yang lalu lalang tak tentu arah, mobil pribadi plat B yang katanya asal kota Metro  minim tata krama mengemudi sesuka hati nenek moyangnya saja, untung kami masih bisa menguasai diri setelah belajar cara menguasai diri ala Ajahn Bram melalui bukunya yang terkenal itu. Kemacetan saat itu hanya menimbulkan sedikit emosi, sisanya sukacita tanpa cukur bulu.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam, tibalah kami di Kebumen, Arahan dari sobat kami itulah  yang mempertemukan kami dengan dia yang sedang menunggu didepan tugu entah siapa itu. Kamipun menuju rumahnya yang terletak diatas bukit. Setelah tiba dirumahnya, cipika-cipiki dengan teman tersebut, kami agak sedikit terkejut akan penerimaan keluarganya atas kedatangan kami. Mereka bahkan masih setia menunggu kedatangan kami walau sudah tengah malam dan gelap gulita menyelimuti dunia saat itu. Kami ngolor-ngidul sebentar sambil menikmati lontong buatan teman yang memang hobby masak, masakannya enak tenan hanya beda tipis dengan master chef, bedanya master chef ada jurinya yg gayanya menjijikkan sok serius gitu, sedangkan yang ini ditemanin anggota keluarga yang senyum-senyum simpul.

Kebumen saat itu benar-benar dinginnya menusuk ke tulang, tapi terasa hangat dan tersanjung akan penerimaan keluarga ini terhadap kami. Rumahnya jauh dari kesan mewah tapi penerimaan dan ketulusan mereka menampung kami benar-benar memberikan kehangatan tersendiri. Ketulusan ini bisa anda lihat dari wajah mereka yang tanpa kepura-puraan, sukacita alami mengalir dan jelas terpancar dari sana, kami bersyukur bisa mengenal sebuah keluarga baru.


Akibat rasa lelah sepanjang perjalanan, kamipun bersiap untuk tidur, dikarenakan hanya ada satu kamar yang tersedia , kami berdua yang cowo tidur di bangku ruang tamu + ruang makan yang baru saja kami duduki. Bermodalkan kain sarung kamipun mencoba untuk tidur, berhubung sarungnya hanya mampu untuk menutupi sebagian tubuh, jadilah ketika sarungnya ditarik kearah kepala, bagian kaki akan mengalami kedinginan luar biasa dan demikian sebaliknya. Belum lagi akibat kedinginan sering bangun di tengah malam, pikir-pikir sebentar antara mau kencing dipohon samping rumah atau ditoilet selama setengah jam, keputusan telah diambil dan sipohonlah yang jadi sasaran air mancur mini ini.

Dini hari saya sudah bangun, untung saja 2 gelas kopi sudah tersedia dimeja,  yang satu merupakan jatahku sedangkan yg satunya jatah menantu sang pemilik rumah. Gelas kopiku sudah habis, tatapanku mengarah kegelas yang satunya lagi masih terisi penuh, mumpung yang punya rumah ga lihat, gw sikad juga dah tuh kopi, dan ketika timbul pertanyaan akan keberadaan kopi tersebut, sebagai seorang laki-laki sejati anda harus benar-benar menjawab jujur setiap pertanyaan yang muncul, dan saya hanya menjawab "tadi dah diberaki lalat"!! (padahal awaq boong terhadap pembaca) Beres!! Itulah arti sesungguhnya dari seorang laki-laki sejati

Paginya setelah sarapan, kami jalan-jalan keliling Kebumen untuk sekedar melihat-lihat sambil nyari rumah "teman". Akhirnya kami menemukan rumah "teman" tersebut untuk kami singgahi di malam kedua, bukan apa-apa, cuma rasanya lebih sopan jika menginap dirumah sahabat tersebut tidak lebih dari 2 malam. secara kita berempat bo, cost-nya terlalu besar.

Selanjutnya dihari yang sama, kami berkeliling lebaran kerumah teman-temannya teman kami itu yang sedang kami temani, seperti biasa beragam makanan pasti tersedia dimomen lebaran seperti ini, tape  salah satu menu yang kulahap sedemikian rupa, hal ini pengingatkan saya akan lirik sebuah lagu masa kecil saya yang berbunyi seperti ini “tape –tape, obatni na male, diallang jadi TE” hahahaha… perut kenyang, hati tenang minimal sampai ke simpang.

Malam harinya kami bermaksud untuk pamit kekeluarga teman kami, karna harus menginap dirumah “teman” kami yang satunya lagi. Dan hal yang paling mengharukan ternyata kami telah dihidangkan opor ayam kampong untuk kami makan. Mungkin buat anda ayam kampong tidak begitu spesial, tetapi saya tau persis arti yang sesungguhnya, ayam kampong hanya akan dihidangkan bagi tamu yang special, itu sebagai bentuk penghargaan kepada tamu yang datang. buat mereka daging ayam kampong merupakan symbol dari penghargaan, kesenangan dan kesan yang indah. Dan perlu anda ketahui ayam kampong tersebut sengaja dibeli khusus untuk kami.

Saya jadi teringat hal yang seperti ini bahkan terjadi dikeluarga kami. Tamu yang spesial akan dapat jatah berupa hidangan ayam kampong sebagai ucapan trimakasih dan syukur, setiap anggota keluarga yang mau bepergian jauh akan mendapatkan ayam kampong sebagai menu paling mewah.  Sampai sekarang saya selalu kangen masakan ayam kampong ala ibu sinaga.  Memang ayamnya kampungan tapi rasanya bo, jauh lebih nikmat daripada ayam kampus apalagi ayam kampret…

Tidak sampai disitu saudara-saudara, kelapa muda yang sudah kami impikan sejak siang hari juga ternyata sudah dipetik beberapa buah, bener-bener seperti mimpi dibawah pohon kelapa rasanya ketika mendapatkan kejutan special seperti ini. Seperti kata pepatah, “kelapa yang benar berada diperut orang yang benar pada saat yang benar-benar…..haus kelapa muda” . pribahasa ini cocok bagi kawula muda yang hampir hamil muda.

Tulus sebuah kata yang hanya mudah diucapkan, tapi tidak semua orang mampu melakukannya. Tulus mengagambarkan sesuatu yang tampa pamrih dan kata yang mematahkan sejuta argumentasi.  Mungkin banyak orang disekeliling anda yang mudah berkata “ kalau kekota A atau B datanglah berkunjung, menginaplah disana dan janji-janji manis lainnya. tapi jangan heran ketika anda sudah berada disana, orang yang anda temui bahkan susah dihubungi karna hape sudah dimatikan”.

Kebumen, membukakan mata kami untuk lebih mengerti akan arti dari sebuah ketulusan melalui penerimaan keluarga ini. Ketulusan tidaklah harus terkesan mewah dan menghabiskan banyak duit, tapi senyum dan pintu rumah yang terbuka rasanya sudah cukup. Senang mengenal keluarga baru di Kebumen, kami akan selalu berdoa supaya keluarga mereka dilimpahi berkat.

Trimakasih sudah menerima kami para pelancong jalanan bukan gelandangan!!!


Senin, 27 Agustus 2012

Purworejo - Yogyakarta “Slamatkan Bumi”


Dari Kebumen kami menuju Yogyakarta, sebenarnya dari awal kami tidak punya rencana untuk berangkat kekota ini, berhubung terlalu jauh dan based on  pengalaman si Ratu dimasa lalu, kota ini selalu dipenuhi mahluk-mahluk berambut halus tanpa rebonding setiap hari raya. Tapi ternyata pesona kota Yogya dan si dia yang telah menunggu disana mematahkan segala “theory pertimbangan” itu.

Kami berangkat menuju Yogyakarta sekitar jam 9 pagi, jalanan macet, sehingga cukup menguras waktu dan tenaga. Kami tiba di Purworejo sekitar jam 13.00 wib, hampir 4 jam perjalanan yang seharusnya hanya butuh sekitar 1 jam. Kami sudah ditunggu sobat kami nan seksih baik pisan yang kebetulan sedang berada di Purworejo dirumah orang tua-nya. Dari bbm terlihat dan dari teleponnya terdengar bahwa sobat kami ini sedang memasak soup ayam terbaik sebagai santapan makan siang kami nantinya.  “Soup Ayam” hanyalah merupakan kata-kata pancingan untuk makan siang gratis, dan sepertinya berhasil.

Di Purworejo kami dijamu dengan sangat baik, senang rasanya bertemu dengan sobat ini lagi, karna sekalipun sama-sama di Jakarta tapi memang jarang sekali bisa bertemu, hanya terhubung dengan group di bbm dengan nama d’tungirs sekedar menutupi rasa kangen. Inilah akibat kota Jakarta yang makin hari makin muacet dipemerintahan si kumis, that’s why slogan “Jakarta without mustache much better” tidak diragukan lagi kebenarannya.

Ternyata dirumah itu tidak hanya tersedia soup ayam seperti prediksi kami sebelumnya, tetapi berbagai makanan yang enak sudah terhidang, buah-buahan, menu bukaan puasa, dan semua makanannya enak tak terkira, seenak melihat muka sobat kami ini yang riang gembira cantik pisan menerima kedatangan kami. Blom lagi bisa bertemu anak-anaknya yang ganteng-baik - bijak dan sopan (Kevin, yang sehabis kentut baru permisi untuk minta maaf), lukisan keponakan-nya yang keren, dan “Fitrahnya om, fitrahnya om” yang selalu di teriakkan Ico. Kami sangat senang bertemu keluarganya. Mereka sangat baik. cerita berbagai pengalaman mereka dimasa mudanya, pengen rasanya punya keluarga yang romantic seperti itu sampai masa tua mereka. Sungguh indah bisa bertamu kerumah ini. Purworejo bener-benar memberikan kekuatan kepada kami untuk menempuh perjalanan selanjutnya ke kota Yogya…cieilehhh




Di Yogya tiba sekitar jam 3, kami sudah ditunggu temannya teman kami yang belum berteman dengan kami tapi akan segera temanan. Diseberang sana dia menunggu dibawah pohon besar didepan kafe dengan bangunan kuno itu. Dia tidak menyadari kedatangan kami sampai pada panggilan si Wanted yang ketiga kalinya. Datang dengan membawa sepeda yang sudah dilipat untuk dimasukkan kebagasi. Kesan pertama yang muncul adalah “dia pasti salah satu generasi biru yang akan menyelamatkan bumi”. Setelah kenalan kamipun memutuskan untuk ngopi sambil ngemeng-ngemeng.

Sambil makan-minum-duduk-santai, kami ngobrol-ngobrol sampai menuju pada sebuah rahasia tua yang telah berumur terbongkar. The most Popular word for that day was “My Koala” wakakakkakakakakka..huahahhahahaha..hehheheh..hoooaoaoa.. Indeed these word are a sexiest nickname ever!!!

Perut kenyang, mata melek karna segelas kopi kamipun memutuskan untuk menonton sebuah film “perahu kertas” yang diangkat dari sebuah novel yang cukup terkenal. lumayanlah, jauh lebih bagus  dari novelnya Fredy S sang penulis yang akrap dengan kata-kata “wanita itu datang tanpa sehelai benangpun ditubuhnya..hahhaha (surprisingly that she know Fredy S very well) tapi sayangnya masih bersambung gitu, jadi mau ga mau harus mengeluarkan dana ektra lagi untuk menonton sambungan film tersebut. Dari mall setempat tak lupa kami bawa oleh-oleh “dalaman” sebagai pengganti stok yang sudah menipis.




Kami tiba dirumah teman kami hampir jam 10, kami bertemu dengan keluarganya yang ternyata baik-baik banget, sempat melihat-lihat karya lukisan adek teman kami ini yang luar biasa bagus, bagaimana mungkin seumuran dia sudah bisa menghasilkan mahakarya seperti ini? Sedangkan saya yang sudah berumur tiga puluhan hanya mampu melukis dengan pemandangan gunung-gunung dan matahari berada persis diantaranya, itu doang!!.

Kami masih menyempatkan untuk makan malam, soalnya sayang banget makanan seenak-enak itu ga di “sikad”, disamping memang karna lapar. Makanannya taste Padang banget, sehingga cocok dilidah kami yang memang Sumatra ini. Makanan ini mengingatkan kami akan memori 2 tahun lalu ketika sama-sama bekerja disebuah lembaga di Pariaman akibat gempa bumi pada saat itu, sungguh sebuah kenangan-manis-kebersamaan yang tak terlupakan.

Ketika memasuki kamar, saya sangat terkejut dengan banyaknya buku-buku dikamar itu. Sangat jelas terlihat bahwa keluarga ini benar-benar keluarga yang sangat mencintai pendidikan, orang tuanya saja sebagai dosen di salah satu universitas paling bagus di kota itu. Aku tersadar dan mengerti kenapa selama ini lebih banyak cangkul daripada buku dirumah kami adalah hanya karna orang tua-ku seorang petani..ini ternyata alasannya, baru tau saya…hehehehe

Setelah bangun pagi, mandi dan sarapan, kami berniat ke pasar untuk survey produk yang cukup potensial untuk dibisniskan, sebenarnya cukup banyak kerajinan yang ada disana dengan harga yang cukup murah, tetapi sepertinya kopi dan jajanan dibawah sana jauh lebih menggiurkan daripada muter-muter pasar. Kami putuskan untuk mencicipi beberapa jajanan ala Yogja.
Dari pasar tersebut kami keluar dari daerah sekitaran Malioboro karna memang macet gila disana. Kami menuju café yang menjual makanan khas Jogja, yaitu Gudeg. Oleh karna saya dan teman saya tidak begitu suka dengan makanan tersebut kami memutuskan untuk membeli makanan tidak jauh dari situ.

Berhubung besoknya kami berencana pulang, kami mencoba mencari sedikit oleh-oleh, ini sebagai bukti kalau kami baru saja menginjakkan kaki di Jogja. Oleh-oleh ditemukan, salak pondoh yang terkenal itu dibungkus, tibalah saatnya untuk berkaraoke ria. Walau suara pas-pasan yang penting happy.  Malam itu Jelas terlihat bahwa kami benar-benar bahagia dan cenderung agak sedikit menggila, lagu project Pop “ingatlah Hari Ini” merupakan lagu menutup paling pas..hahahahaha

Setelah makan malam, tidur karna harus terbangun dini hari sekali untuk menghindari muacet dijalanan, paginya kami diberangkatkan walau dia harus ikut berkorban dengan terbangun di jam-jam yang pada dasarnya jam paling enak tidur. Trimakasih sudah menampung kami, senang sekali bisa kenal dirimu sobat, udah baik, pintar anak S2 lulusan Belanda pula.  Trimakasih untuk jamuannya selama kami berada disana, suatu saat perjalanan ini akan menjadi rangkaian sebuah cerita bersambung untuk anak-cucu saya kelak.
Senang bisa kenal dirimu yang baik hati dan tidak sombong, low profile high profit.

Dan kita bukan orang Korea, my koala!!! LOL

Kamis, 19 Juli 2012

Suara keras, tampang marsuhi-suhi, karakter kuat dan selalu bernyanyi…..Aku Batak!!



Iyah saya orang batak, ada pertanyaan? Bosan banget dengan komentar orang yang selalu protes terhadap logat suku tertentu. Memangnya logat mana yang sudah di tetapkan undang-undang jadi standar logat di Negara ini?  bagi sebagian orang akan mencoba untuk menyembunyikan identitas logat beserta kambing-kambingnya hanya demi gengsi, tapi saya tidak. Suara keras, tampang marsuhi-suhi, karakter kuat dan selalu bernyanyi..ya..aku batak!!!

BATAK KALI KAU! Adalah kata-kata yang bukan hanya sering keluar dari mulut mereka yang bukan batak tapi nyatanya mereka yang jelas-jelas batak juga sering sekali mengeluarkan kata-kata yang seperti ini. Mereka merasa ketika berhasil menghilangkan kekentalan logat bataknya merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Menjijikkan sekali memang mendengarnya tetapi apa boleh buat, saya jamin mereka hanya kumpulan orang batak pecinta drama Korea.

Orang batak tidak terlahir sebagai manusia yang suka basa-basi, berbicara langsung ke inti permasalahan. Kalau ga suka langsung bilang tidak.  kalau suka bilang “holong Rohakku tuho ito, olo do ho tu au? Molo olo bah mauliate, molo so olo bah lubangni ..” itu baru orang batak.

Jadi buat saya, tidak ada alasan untuk malu sama identitas kita, tidak perlu menyembunyikan siapa anda, tak perlu malu dengan logat anda yang sudah ada sejak lahir itu, toh logat itu ga akan berubah sekalipun sudah makan keju dipagi hari, pecel lele di siang hari dan kambing guling di malam hari. Tidak perlu menghilangkan marga demi kemudahan cari kerja, kalau otak anda memang bisa dijual mau marga anda sepanjang rel kereta api-pun tetap aja gampang cari kerja. Berhentilah berpura-pura sobat, sipata tiop hamu tiang I, baen kopim dua seddokna..intinya bagi yang sering pura-pura dan sering menertawai sang logat satu kata buat kalian..TUNGIRRRRRR!!!
 adong mandok pisang??


Selasa, 10 Juli 2012

its me.. and my..: :) My Odi :(

its me.. and my..: :) My Odi :(: Odi saya mau datang tanggal 5 dan 6 Juli. Sebelumnya sih udah ketemu sama ini Odi, tapi mungkin karena baru kenal, saya yang tergolong ana...

Rabu, 18 April 2012

SeKen (Seni Kentut)


Kentut adalah sebuah kata dan tindakan yang akan menghasilkan beragam ekspresi pendengarnya. Beragam ekspresi yang diakibatkan oleh kentut ini,  ada yang girang, bahagia, marah, murung, kesal, malu-malu, bahkan tak jarang ada yang minta nambah. Pastinya setiap orang punya pengalaman yang manis-pahit, sedih-bahagia. Tetapi apapun itu kentut adalah salah satu bukti keberadaan kita didunia ini, bukti identitas kita sebagai manusia. Bayangkan ketika kita tidak bisa kentut, apa yang akan terjadi? Saya jamin anda pasti akan merindukan suara merdu dan bau asem-nya. Alkisah, ajang saling tunjuk di gedung DPR ketika sedang membahas kenaikan harga BBM ternyata bukan karna perbedaan pendapat, tapi nyatanya hanya diakibatkan oleh kentut.

Cinta dan kentut itu hanya beda tipis, kalau cinta hanya akan membuat kita terkadang bahagia dan menangis, tetapi dengan kentut selain hanya membuat anda bahagia, juga akan buat anda tersipu malu seperti saat jatuh cinta pertama kali. Bedanya, dalam kasus cinta anda hanya tersipu malu saat pertama kali menyatakan cinta, tetapi dengan kentut anda masih akan tetap tersipu malu sekalipun anda sudah melakukannya untuk kesejuta untuk kalinya.  

Cinta tanpa rasa bukan cinta namanya, kentut tanpa bau bukan kentut namanya, cinta dan kentut tidak seharusnya ditahan, lebih baik dinyatakan biar leganya terlaksana, cinta dan kentut harus sama–sama keras bersuara supaya cita-cita demokrasi semakin cepat terlaksana, cinta ketika ditahan akan membuat anda cemas, kentut ketika ditahan akan membuat anda pingin nonton suster keramas, apapun itu Cinta selalu menyatukan persepsi dan kentut selalu berhasil menyatukan emosi. Dari perbedaan diatas jelas sekali terlihat bahwa kentut paling banyak membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Selain alasan kesehatan, buat saya kentut merupakan sebuah seni, jika dipergunakan dengan baik dan bener akan memperpanjang umur. Saya sendiri salah satu pelaku yang suka kentut, puas rasanya melihat respon manusia yang ada disekeliling disaat mengeluarkan bunyi-bunyian itu, selalu merasa semakin sixpack ketika bisa berbagi kentut dengan mereka. Buat mereka yang  marah, saya yakin karna mereka tidak tau cara bertrimakasih. Sudah tinggal nyium baunya ajapun masih aja marah, mereka pikir kita ga butuh usaha yang cukup untuk sekedar mengeluarkan suara yang seperti itu?

Kentut bisa dipakai untuk melukis, melukis kenangan yang indah buat pendengarnya. Bisa juga dipakai untuk seni music, bayangkan ketika suara-suara itu disatukan, pasti akan menghasilkan musik yang tiada tara indahnya, cocok buat mereka yang punya selera musik berkelas.  Dalam seni beladiri juga kentut bisa digunakan, anda bisa belajar cara menangkis baunya, jika anda berhasil itu baru namanya hebat. Asumsi saya jurus beladiri tercipta berawal dari sayembara menangkis sang bau kentut, itu sudah!

Coba deh mengeksplore kentut dengan inovasi yang baru, misalnya anda kentut ketika sedang berpapasan dengan cewe-cewe cantik yang sudah bergaya maksimal, dijamin mereka pasti terlihat semakin cantik. Anda kentut sambil pura-pura batuk, orang akan merasa kasihan akan batuknya tetapi akan simpatik terhadap baunya. Ketika anda kentut bisa juga anda pura-pura angkat Hape, cara ini bakalan jitu menghilangkan jejak pelaku. Kentut di angkot ketika penumpang sedang penuh, jenuh mendengar music kampungan sang sopir, macet, capek setelah kerja seharian, dijamin baunya akan mengembalikan semangat mereka yang sempat patah dan menghentakkan kepala mereka yang sempat layu. Kentut disamping dosen yang sedang mengawasi anda ketika ujian, dijamin dosen akan kabur dan andapun bebas berekspresi melihat contekan. Coba deh, mumpung kentut jaman sekarang belum berwarna, karna jika sudah berwarna, anda tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan.
Berbagai hal bisa anda ciptakan dari ”si centil” yang tidak pernah anda anggap selama ini. Amazing!!
(saya sudah melakukan semua hal di atas-red)

Banyak jenis orang dalam kentut, orang jujur biasanya akan mengaku kalau sudah kentut tapi ujung-ujungnya dia pasti bilang ”hanya dikit kok”, yang tidak jujur malah sebaliknya, jelas-jelas kentut orang lain, malah di claim miliknya. Orang bodoh akan menahan kentutnya berjam-jam sambil makan singkong, sedangkan orang berwawasan lebih suka mengentuti singkongnya dulu baru dimakan.

Mereka yang hemat selalu menarik bau kentutnya kembali dari peredaran, beda dengan yang pelit  yang selalu mengeluarkan kentut untuk konsumsi sendiri. Orang yang sombong ketika kentut lebih suka sambil mengibaskan rambutnya, sedangkan yang ramah selalu menyapa dan mengulurkan tangan kepada kentut orang lain. sedangkan mereka yang tengil lebih suka kentut sambil ngemil. Orang yang keras kepala lebih suka membenturkan kepalanya ke tembok setelah kentut, dengan maksud supaya tuh kepala makin terlatih, amit-amit deh mereka yang sehabis kentut pura-pura bermuka imut!

Orang yang misterius, ketika kentut tapi orang lain tidak ada yang tahu, sedangkan mereka yang percaya diri lebih suka ketika kentutnya bawa oleh-oleh (ampas-red), paling sadis lagi mereka yang suka kentut sambil dibekap dengan tangan kemudian dibekapkan kehidung orang lain. mereka yang pemalu selalu tersipu walaupun blom kentut. Mereka yang strategic suka kentut sambil berteriak sekencang-kencangnya untuk menutupin dosa kecilnya.

Jadi bagaimana seharusnya frekuensi kentut yang dilindungi oleh hukum? Mereka yang 4 kali sehari dilindungi pasal 6, yang 8 kali sehari dilindungi pasal 6a, dan yang 20 kali sehari dilindungi pasal 7a, sedangkan mereka yang diatas itu akan dilindungi oleh anggota dewan.

Jadilah sniper, yang kentut disini yang kena disana, atau kentut tak bersuara tapi baunya sampai 3 hari ga hilang-hilang bahkan lengket di dinding, seperti halnya mereka yang gila, yang suka menulis dan meneliti tentang hikayat hidup kentut.

Kentut..........kentut......., kisahmu  sungguh membangkitkan kenangan dan memberikan inspirasi bagi semua orang!!

Kamis, 23 Februari 2012

Sudah....lakukan saja!!


Hari yang sebenarnya cerah ini entah kenapa rasanya aku sedang turut terhanyut merayakan “hari malas sedunia” bersama dengan teman-teman pemalas lainnya. Dimulai dari bangun pagi hari dengan sejuta kemalasan,  mau mandi dengan segoblok-goblok kemalasan, mau berangkat kerja juga dengan se-apartemen kemalasan (kata se-gudang dah basi tuh, dijaman yang serba apartemen ini), Setelah berjuang dengan sisa-sisa tenagaku #cuihhhh#.

 Akhirnya dengan rasa malas yang masih menggantung dengan setia, aku memutuskan untuk memulai hari-hariku seperti biasanya, setelah sempat berpikir untuk tidak berangkat kerja dengan segepok alasan yang sudah mantap tersimpan rapi dikantong depan, akhirnya aku memilih untuk berangkat juga. Kurang ajar emang si malas itu, berani-beraninya dia bertamu ketubuhku yang kurus penuh gizi ini, saya akan tuntut dia secara pidana dan perdata, tentu saja kalau saya ga sibuk!!

Begitulah sedikit  kisah perjuanganku dipagi hari melawan si malas, dan akhirnya aku tetap menjadi pemenang dalam pertandingan yang sebenarnya tidak imbang. Sesampainya dikantor anda pikir si malas pergi meninggalkan diriku begitu saja bukan? Tidak, dia tetap dengan setia menunggu. Untungnya saat saya sedang mengetik tulisan yang penuh makna ini, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore hari, jadi setengah jam lagi aku akan menerima piala pemenangku.
Hiip-hiip hooray akhirnya setengah jam lagi aku akan pulang, hari ini sepertinya berjalan lambat, tapi setengah jam terakhir ini rasanya berjalan terlalu cepat. kangen sangat dengan kasur tipisku, hasil belas kasihan bapak kost yang marga Siagian itu.

Setelah membaca blog si kriwil sang penulis Kumpulan Mimpi yang sudah sangat terkenal, sayapun mencoba untuk menuliskan milik saya, siapa tau ada penerbit buta yang tertarik menerbitkan tulisanku ini, mudah-mudahan penerbit buta itu hatinya sedang galau, sehingga tanpa sadar dia menggunakan waktunya dengan berselancar di internet, dan kasih karunialah yang akan mempertemukan kami nantinya. Berangan-angan bisa dong gan..!!
Siapa sangka ternyata dari kisah seipprit saya dipagi hari tersebut, dengan berhasil mengalahkan simalas mampu memberikan sejuta energy untuk menjalani segala rencana yang sering membuatku galau itu.

Saya jadi teringat hal yang sering membebani pikiranku akhir-akhir ini, setelah mencoba tarik ulur dengan segala rencana, akhirnya akupun memutuskan untuk terus maju dengan segala yang kumiliki. Sebab  kita tidak akan pernah tahu akhir ceritanya jika bahkan untuk mencoba saja kita tidak berani. Sejujurnya sekarang ini seperti segalanya tidak mungkin, tapi bukankah dalam ketidakmungkinan itu kuasa Tuhan semakin sempurna? Bukankah buku buku terlaris semakin laris karna pengarangnya menulis kisah yang sepertinya tidak mungkin?

Teringat kata-kata sahabat saya, bahwa untuk melakukan sesuatu saya hanya perlu sepakat, sepakat dengan diri saya dan sepakat dengan sekelilingku dan sepakat dengan dirinya. Jika satu orang bisa  mengalahkan seribu musuh maka dengan dua orang akan mampu mengalahkan berlaksa-laksa musuh, bisa anda bayangkan kalau 250 juta orang Indonesia plus semilliar orang China sepakat, apa yang akan terjadi? Saat ini, saya sudah sepakat dengan diri saya untuk merealisasikan segala yang sudah disepakati.  apapun yang terjadi terjadilah, yang pasti aku hanya mau lihat akhir dari kisah yang baru saja kumulai ini.

Awal ceritaku baru saja dimulai……..sedangkan akhirnya nanti, akan kujadikan sebuah buku. tunggu tanggal terbitnya yah ngir, tungir…!!!

Jumat, 17 Februari 2012

Suka-Suka


Saya Lintong manik, nama asli hasil pemberian orang tua yang sudah hampir musnah ditelan jaman. Bagaimana bisa? Yah,  hampir 99 persen orang yang mengenal saya lebih suka memanggil dengan nama Lovid. Mau tau sejarahnya? Malas ah cerita soalnya saya butuh waktu anda 3 kali 24 jam untuk membeberkannya, selain saya ga punya waktu, saya juga ga punya uang, loh? Suka-suka saya dong.

Oh ya selama hampir 4 bulan terakhir saya menghabiskan hari-hari saya dikota yang katanya metro ini, saking metronya nih kota sepertinya hampir tidak ada lagi yang namanya rasa saling peduli, semua orang hanya berlomba-lomba untuk menabur egoisme. Rasanya mereka yang tinggal dikota ini, masing-masing otaknya hanya terdiri dari angka-angka yang preposisinya ada simbol Rp, yang artinya apple Malang dan apple Washington – istilah favorit teman saya yang sempat membintangi sebuah iklan anti korupsi.

Kebetulan selama beberapa minggu sebelumnya saya sering naik busway,  jadi pengalaman selama beberapa minggu itu memberikan kesempatan kepada saya untuk menyaksikan banyak hal. Bagaimana perjuangan naik-turun busway, mau masuk busway ditodong (tiket) mau keluar didorong,  perjuangan mencium aroma ratusan tubuh manusia yang penuh keringat, belum lagi ada yang bau kotoran,besar dugaanku kalau salah satu penumpang baru saja makan kotoran,  melihat wanita-wanita tua  dan pria tua tidak berotot harus menerima nasip berdiri tegak didalam busway sepanjang perjalanan, Anehnya disaat bersamaan banyak pria-pria tinggi dan kekar yang duduk nyaman tanpa sedikitpun perasaan berdosa. Betapa kejamnya ibukota ini bah…!!!

Saya sendiri memilih untuk tidak pernah duduk sekalipun selalu ada kesempatan untuk duduk. Saya lebih senang melihat orang lain bisa duduk nyaman sepanjang perjalanan, sementara disisi lain aku harus berjuang melawan otot kakiku yang semakin lelah, intinya Biarlah aku mati berdiri yang penting mereka duduk nyaman sambil mimpi indah sepanjang perjalanan..hehehe

Oh iya ternyata kalau naik busway sebelum jam 7 pagi harga tiketnya bisa lebih murah seribu lima ratus rupiah, jadi saya memilih untuk berangkat lebih awal sebelum jam 7.walaupun selalu kepagian sampai di kantor, itu bukanlah sebuah persoalan. aku hanya berharap sisa kembalian yang tidak seberapa itu bisa kugunakan untuk mereka yang lebih membutuhkan. Begitu mulianya diriku!! (puji diri hamamago, puji Tuhan haleluya).

Senang rasanya melihat setiap orang jika saling menghargai dan saling menolong sesuai dengan anjuran Pendidikan Moral Pancasila yang telah diajarkan oleh guru kita dulu ketika kita duduk dibangku sekolah. Janganlah hendaknya kita membuat wajah pancasila kita semakin murung dan kurus melihat kondisi bangsa ini. Pancasila kita sudah sedih melihat tingkah para koruptor. Masih tegakah kita membuat si Pancasila semakin sedih? Kalo aku sih dah pasti ga tega, ga tau deh kalo anda….

Mari melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki. Apa yang bisa dilakukan oleh Cinta? Cinta melahirkan keajaiban. Loh apa hubungannya cinta sama tulisan saya diatas? suka-suka saya dounk, namanya juga tulisan suka-suka.