Rabu, 18 April 2012

SeKen (Seni Kentut)


Kentut adalah sebuah kata dan tindakan yang akan menghasilkan beragam ekspresi pendengarnya. Beragam ekspresi yang diakibatkan oleh kentut ini,  ada yang girang, bahagia, marah, murung, kesal, malu-malu, bahkan tak jarang ada yang minta nambah. Pastinya setiap orang punya pengalaman yang manis-pahit, sedih-bahagia. Tetapi apapun itu kentut adalah salah satu bukti keberadaan kita didunia ini, bukti identitas kita sebagai manusia. Bayangkan ketika kita tidak bisa kentut, apa yang akan terjadi? Saya jamin anda pasti akan merindukan suara merdu dan bau asem-nya. Alkisah, ajang saling tunjuk di gedung DPR ketika sedang membahas kenaikan harga BBM ternyata bukan karna perbedaan pendapat, tapi nyatanya hanya diakibatkan oleh kentut.

Cinta dan kentut itu hanya beda tipis, kalau cinta hanya akan membuat kita terkadang bahagia dan menangis, tetapi dengan kentut selain hanya membuat anda bahagia, juga akan buat anda tersipu malu seperti saat jatuh cinta pertama kali. Bedanya, dalam kasus cinta anda hanya tersipu malu saat pertama kali menyatakan cinta, tetapi dengan kentut anda masih akan tetap tersipu malu sekalipun anda sudah melakukannya untuk kesejuta untuk kalinya.  

Cinta tanpa rasa bukan cinta namanya, kentut tanpa bau bukan kentut namanya, cinta dan kentut tidak seharusnya ditahan, lebih baik dinyatakan biar leganya terlaksana, cinta dan kentut harus sama–sama keras bersuara supaya cita-cita demokrasi semakin cepat terlaksana, cinta ketika ditahan akan membuat anda cemas, kentut ketika ditahan akan membuat anda pingin nonton suster keramas, apapun itu Cinta selalu menyatukan persepsi dan kentut selalu berhasil menyatukan emosi. Dari perbedaan diatas jelas sekali terlihat bahwa kentut paling banyak membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Selain alasan kesehatan, buat saya kentut merupakan sebuah seni, jika dipergunakan dengan baik dan bener akan memperpanjang umur. Saya sendiri salah satu pelaku yang suka kentut, puas rasanya melihat respon manusia yang ada disekeliling disaat mengeluarkan bunyi-bunyian itu, selalu merasa semakin sixpack ketika bisa berbagi kentut dengan mereka. Buat mereka yang  marah, saya yakin karna mereka tidak tau cara bertrimakasih. Sudah tinggal nyium baunya ajapun masih aja marah, mereka pikir kita ga butuh usaha yang cukup untuk sekedar mengeluarkan suara yang seperti itu?

Kentut bisa dipakai untuk melukis, melukis kenangan yang indah buat pendengarnya. Bisa juga dipakai untuk seni music, bayangkan ketika suara-suara itu disatukan, pasti akan menghasilkan musik yang tiada tara indahnya, cocok buat mereka yang punya selera musik berkelas.  Dalam seni beladiri juga kentut bisa digunakan, anda bisa belajar cara menangkis baunya, jika anda berhasil itu baru namanya hebat. Asumsi saya jurus beladiri tercipta berawal dari sayembara menangkis sang bau kentut, itu sudah!

Coba deh mengeksplore kentut dengan inovasi yang baru, misalnya anda kentut ketika sedang berpapasan dengan cewe-cewe cantik yang sudah bergaya maksimal, dijamin mereka pasti terlihat semakin cantik. Anda kentut sambil pura-pura batuk, orang akan merasa kasihan akan batuknya tetapi akan simpatik terhadap baunya. Ketika anda kentut bisa juga anda pura-pura angkat Hape, cara ini bakalan jitu menghilangkan jejak pelaku. Kentut di angkot ketika penumpang sedang penuh, jenuh mendengar music kampungan sang sopir, macet, capek setelah kerja seharian, dijamin baunya akan mengembalikan semangat mereka yang sempat patah dan menghentakkan kepala mereka yang sempat layu. Kentut disamping dosen yang sedang mengawasi anda ketika ujian, dijamin dosen akan kabur dan andapun bebas berekspresi melihat contekan. Coba deh, mumpung kentut jaman sekarang belum berwarna, karna jika sudah berwarna, anda tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan.
Berbagai hal bisa anda ciptakan dari ”si centil” yang tidak pernah anda anggap selama ini. Amazing!!
(saya sudah melakukan semua hal di atas-red)

Banyak jenis orang dalam kentut, orang jujur biasanya akan mengaku kalau sudah kentut tapi ujung-ujungnya dia pasti bilang ”hanya dikit kok”, yang tidak jujur malah sebaliknya, jelas-jelas kentut orang lain, malah di claim miliknya. Orang bodoh akan menahan kentutnya berjam-jam sambil makan singkong, sedangkan orang berwawasan lebih suka mengentuti singkongnya dulu baru dimakan.

Mereka yang hemat selalu menarik bau kentutnya kembali dari peredaran, beda dengan yang pelit  yang selalu mengeluarkan kentut untuk konsumsi sendiri. Orang yang sombong ketika kentut lebih suka sambil mengibaskan rambutnya, sedangkan yang ramah selalu menyapa dan mengulurkan tangan kepada kentut orang lain. sedangkan mereka yang tengil lebih suka kentut sambil ngemil. Orang yang keras kepala lebih suka membenturkan kepalanya ke tembok setelah kentut, dengan maksud supaya tuh kepala makin terlatih, amit-amit deh mereka yang sehabis kentut pura-pura bermuka imut!

Orang yang misterius, ketika kentut tapi orang lain tidak ada yang tahu, sedangkan mereka yang percaya diri lebih suka ketika kentutnya bawa oleh-oleh (ampas-red), paling sadis lagi mereka yang suka kentut sambil dibekap dengan tangan kemudian dibekapkan kehidung orang lain. mereka yang pemalu selalu tersipu walaupun blom kentut. Mereka yang strategic suka kentut sambil berteriak sekencang-kencangnya untuk menutupin dosa kecilnya.

Jadi bagaimana seharusnya frekuensi kentut yang dilindungi oleh hukum? Mereka yang 4 kali sehari dilindungi pasal 6, yang 8 kali sehari dilindungi pasal 6a, dan yang 20 kali sehari dilindungi pasal 7a, sedangkan mereka yang diatas itu akan dilindungi oleh anggota dewan.

Jadilah sniper, yang kentut disini yang kena disana, atau kentut tak bersuara tapi baunya sampai 3 hari ga hilang-hilang bahkan lengket di dinding, seperti halnya mereka yang gila, yang suka menulis dan meneliti tentang hikayat hidup kentut.

Kentut..........kentut......., kisahmu  sungguh membangkitkan kenangan dan memberikan inspirasi bagi semua orang!!

Kamis, 23 Februari 2012

Sudah....lakukan saja!!


Hari yang sebenarnya cerah ini entah kenapa rasanya aku sedang turut terhanyut merayakan “hari malas sedunia” bersama dengan teman-teman pemalas lainnya. Dimulai dari bangun pagi hari dengan sejuta kemalasan,  mau mandi dengan segoblok-goblok kemalasan, mau berangkat kerja juga dengan se-apartemen kemalasan (kata se-gudang dah basi tuh, dijaman yang serba apartemen ini), Setelah berjuang dengan sisa-sisa tenagaku #cuihhhh#.

 Akhirnya dengan rasa malas yang masih menggantung dengan setia, aku memutuskan untuk memulai hari-hariku seperti biasanya, setelah sempat berpikir untuk tidak berangkat kerja dengan segepok alasan yang sudah mantap tersimpan rapi dikantong depan, akhirnya aku memilih untuk berangkat juga. Kurang ajar emang si malas itu, berani-beraninya dia bertamu ketubuhku yang kurus penuh gizi ini, saya akan tuntut dia secara pidana dan perdata, tentu saja kalau saya ga sibuk!!

Begitulah sedikit  kisah perjuanganku dipagi hari melawan si malas, dan akhirnya aku tetap menjadi pemenang dalam pertandingan yang sebenarnya tidak imbang. Sesampainya dikantor anda pikir si malas pergi meninggalkan diriku begitu saja bukan? Tidak, dia tetap dengan setia menunggu. Untungnya saat saya sedang mengetik tulisan yang penuh makna ini, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore hari, jadi setengah jam lagi aku akan menerima piala pemenangku.
Hiip-hiip hooray akhirnya setengah jam lagi aku akan pulang, hari ini sepertinya berjalan lambat, tapi setengah jam terakhir ini rasanya berjalan terlalu cepat. kangen sangat dengan kasur tipisku, hasil belas kasihan bapak kost yang marga Siagian itu.

Setelah membaca blog si kriwil sang penulis Kumpulan Mimpi yang sudah sangat terkenal, sayapun mencoba untuk menuliskan milik saya, siapa tau ada penerbit buta yang tertarik menerbitkan tulisanku ini, mudah-mudahan penerbit buta itu hatinya sedang galau, sehingga tanpa sadar dia menggunakan waktunya dengan berselancar di internet, dan kasih karunialah yang akan mempertemukan kami nantinya. Berangan-angan bisa dong gan..!!
Siapa sangka ternyata dari kisah seipprit saya dipagi hari tersebut, dengan berhasil mengalahkan simalas mampu memberikan sejuta energy untuk menjalani segala rencana yang sering membuatku galau itu.

Saya jadi teringat hal yang sering membebani pikiranku akhir-akhir ini, setelah mencoba tarik ulur dengan segala rencana, akhirnya akupun memutuskan untuk terus maju dengan segala yang kumiliki. Sebab  kita tidak akan pernah tahu akhir ceritanya jika bahkan untuk mencoba saja kita tidak berani. Sejujurnya sekarang ini seperti segalanya tidak mungkin, tapi bukankah dalam ketidakmungkinan itu kuasa Tuhan semakin sempurna? Bukankah buku buku terlaris semakin laris karna pengarangnya menulis kisah yang sepertinya tidak mungkin?

Teringat kata-kata sahabat saya, bahwa untuk melakukan sesuatu saya hanya perlu sepakat, sepakat dengan diri saya dan sepakat dengan sekelilingku dan sepakat dengan dirinya. Jika satu orang bisa  mengalahkan seribu musuh maka dengan dua orang akan mampu mengalahkan berlaksa-laksa musuh, bisa anda bayangkan kalau 250 juta orang Indonesia plus semilliar orang China sepakat, apa yang akan terjadi? Saat ini, saya sudah sepakat dengan diri saya untuk merealisasikan segala yang sudah disepakati.  apapun yang terjadi terjadilah, yang pasti aku hanya mau lihat akhir dari kisah yang baru saja kumulai ini.

Awal ceritaku baru saja dimulai……..sedangkan akhirnya nanti, akan kujadikan sebuah buku. tunggu tanggal terbitnya yah ngir, tungir…!!!

Jumat, 17 Februari 2012

Suka-Suka


Saya Lintong manik, nama asli hasil pemberian orang tua yang sudah hampir musnah ditelan jaman. Bagaimana bisa? Yah,  hampir 99 persen orang yang mengenal saya lebih suka memanggil dengan nama Lovid. Mau tau sejarahnya? Malas ah cerita soalnya saya butuh waktu anda 3 kali 24 jam untuk membeberkannya, selain saya ga punya waktu, saya juga ga punya uang, loh? Suka-suka saya dong.

Oh ya selama hampir 4 bulan terakhir saya menghabiskan hari-hari saya dikota yang katanya metro ini, saking metronya nih kota sepertinya hampir tidak ada lagi yang namanya rasa saling peduli, semua orang hanya berlomba-lomba untuk menabur egoisme. Rasanya mereka yang tinggal dikota ini, masing-masing otaknya hanya terdiri dari angka-angka yang preposisinya ada simbol Rp, yang artinya apple Malang dan apple Washington – istilah favorit teman saya yang sempat membintangi sebuah iklan anti korupsi.

Kebetulan selama beberapa minggu sebelumnya saya sering naik busway,  jadi pengalaman selama beberapa minggu itu memberikan kesempatan kepada saya untuk menyaksikan banyak hal. Bagaimana perjuangan naik-turun busway, mau masuk busway ditodong (tiket) mau keluar didorong,  perjuangan mencium aroma ratusan tubuh manusia yang penuh keringat, belum lagi ada yang bau kotoran,besar dugaanku kalau salah satu penumpang baru saja makan kotoran,  melihat wanita-wanita tua  dan pria tua tidak berotot harus menerima nasip berdiri tegak didalam busway sepanjang perjalanan, Anehnya disaat bersamaan banyak pria-pria tinggi dan kekar yang duduk nyaman tanpa sedikitpun perasaan berdosa. Betapa kejamnya ibukota ini bah…!!!

Saya sendiri memilih untuk tidak pernah duduk sekalipun selalu ada kesempatan untuk duduk. Saya lebih senang melihat orang lain bisa duduk nyaman sepanjang perjalanan, sementara disisi lain aku harus berjuang melawan otot kakiku yang semakin lelah, intinya Biarlah aku mati berdiri yang penting mereka duduk nyaman sambil mimpi indah sepanjang perjalanan..hehehe

Oh iya ternyata kalau naik busway sebelum jam 7 pagi harga tiketnya bisa lebih murah seribu lima ratus rupiah, jadi saya memilih untuk berangkat lebih awal sebelum jam 7.walaupun selalu kepagian sampai di kantor, itu bukanlah sebuah persoalan. aku hanya berharap sisa kembalian yang tidak seberapa itu bisa kugunakan untuk mereka yang lebih membutuhkan. Begitu mulianya diriku!! (puji diri hamamago, puji Tuhan haleluya).

Senang rasanya melihat setiap orang jika saling menghargai dan saling menolong sesuai dengan anjuran Pendidikan Moral Pancasila yang telah diajarkan oleh guru kita dulu ketika kita duduk dibangku sekolah. Janganlah hendaknya kita membuat wajah pancasila kita semakin murung dan kurus melihat kondisi bangsa ini. Pancasila kita sudah sedih melihat tingkah para koruptor. Masih tegakah kita membuat si Pancasila semakin sedih? Kalo aku sih dah pasti ga tega, ga tau deh kalo anda….

Mari melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki. Apa yang bisa dilakukan oleh Cinta? Cinta melahirkan keajaiban. Loh apa hubungannya cinta sama tulisan saya diatas? suka-suka saya dounk, namanya juga tulisan suka-suka. 

Selasa, 10 Januari 2012

Bapaku adalah Pahlawanku

Dedicated to  my truly hero Daddy for he is the best ever---Pak Manik
Bapaku adalah pahlawanku adalah sebuah judul yang terinspirasi dari acara ditelevisi. Pada suatu hari minggu malam sehabis lupa ke gereja, saya menonton sebuah acara stasiun televisi swasta yang ada golden ways-nya, acara yang dibawakan oleh sahabat  yang bagian depan kepalanya botak beraturan. Sejujurnya saya sangat kagum dengan cara sibotak ini dalam memotivasi, memberikan pencerahan bagi para penontonnya. saya terkesima melihat bagaimana dia bisa menjawab setiap pertanyaan orang dengan sangat memuaskan. Buat saya, dia seperti seorang sosok yang hanya punya buku berjudul Amsal. Ga salah lagi nama bapaknya pasti si Amsal Teguh. kata-katanya itu loh, benar-benar mampu membius jutaan pemirsa yang menontonnya, saya yakin semua kalangan akan menerima dengan anggukan setuju sebagian besar kata-katanya yang bijak itu. memang tidak percuma kau botak kawan!!

Hal yang membuat bulu ketek berdiri ketika dalam acara tersebut saya melihat seorang cewe (tentu saja bukan karna cewe itu cantik dan memandang saya) meminta sebuah nasehat dari si botak. sambil menangis, cewe tersebut bercerita bahwa betapa dia ingin sekali melakukan banyak hal dalam hidupnya, tetapi ketika mencoba maju selangkah saja, tiba-tiba bisikan ditelinganya selalu muncul kata-kata yang selalu meragukan kemampuannya, meragukan kalau nantinya dia akan berhasil. Suara keraguan yang sering muncul akibat trauma masa kecilnya. Orang-orang disekelilingnya selalu meragukan dia, bahkan hal yang paling membuat hati miris adalah kata-kata meragukan itu muncul dari orang-orang yang paling dekat dengannya, orang yang selalu makan, tidur, mandi, nonton, boker di tandas yang sama, orang yang seharusnya paling mempercayai dia, yaitu orang tuanya sendiri.

Ternyata banyak orang tua tidak menyadari betapa kata-kata  yang keluar dari mulut mereka  kepada anak-anak akan berdampak besar terhadap pertumbuhan karakter si anak nantinya.  Saran saya buat orang tua dan mereka yang akan menjadi orang tua nantinya, “Ketika anda tidak bisa menjadi pahlawan bagi anak-anakmu, paling tidak jangan mematahkan semangat mereka.”

Atas dasar ini, saya ingin menunjukkan kepada dunia melalui tulisan, bahwa bapakku adalah pahlawanku. Bagiku, dia adalah pahlawan yang lebih hebat dari siapapun. mudah-mudahan dunia belum buta aksara, sehingga mereka tidak menutup mata akan kepahlawanan bapakku. Pedangnya memang tidak setajam pedang Pattimura, tidak berjenggot seperti Imam Bonjol, tapi bagaimanapun dia lebih daripada hanya sebuah pedang dan jenggot.

Bapakku kecil, lahir dan beranjak dewasa di kampung yang sama kami tinggali sekarang. Sesuai dengan pengakuannya, dia lahir dari keluarga yang cukup berada pada jaman itu. Sehingga masa kecil dan dewasa, dia habiskan dengan banyak kesenangan. Bahkan menurut gosip yang beredar, bapakku adalah orang yang pertama kali punya mobil di seantero kota turis parapat sekitar tahun 60-an. Cuma sayangnya masa kecilnya yang kaya tidak berlanjut ketika sudah berkeluarga. kami hanya hidup dalam mendekati kata cukup. sarapan singkong dan makan ikan asin rasanya sudah lebih dari cukup, yang penting perut kenyang. apalagi kami punya kebiasaan selalu makan bersama sebagai sebuah keluarga, jadi tentu saja menambah kenikmatan singkong dan ikan asin tersebut melebihi rasa lasagna dan cheese cake.

Sayangnya hidup mewah bapaku ketika muda tidak berlanjut ketika sudah menikah dengan ibuku. realitanya, barang-barang yang dimiliki ibu semasa muda, yang ditabung dengan keringat sejak umur belasan tahun seperti emas dan harta pusaka lainnya, habis terjual oleh bapa yang sudah terbiasa hidup mewah. Bahkan beberapa ekor kerbau kami yang biasa digunakan untuk membajak sawah, diam-diam juga telah dijual oleh bapaku akibat kalah dalam sebuah permainan sekotak kartu Remi, kartu yang ternyata banyak menghancurkan bapa-bapa yang lain juga.

Bukan hanya itu, hasil panen kami yang hanya sekali setahun itu diam-diam juga telah digadaikan oleh bapaku kepada orang lain ketika bahkan musim panen belum tiba. alhasil ketika musim panen tiba, kami tidak bisa menikmati sedikitpun hasilnya. Bisa anda bayangkan bagaimana perasaan ibuku yang sudah bekerja dengan kerasnya disawah sepanjang tahun, yang selalu bangun tidak pernah lewat jam 4 subuh dan pulang kerumah jam 7 malam setiap harinya harus menerima keadaan bekerja mati-matian selama setahun tanpa hasil. Bisa anda bayangkan pula  bagaimana perjuangan ibuku untuk menghidupi kami anaknya yang sembilan orang selama setahun kedepan, belum lagi kebutuhan untuk pendidikan dan sandang-papan lainnya. Bahkan hal inipun tidak membuat ibuku mengurungkan fungsinya untuk sebagai ibu rumah tangga, dan suaminya (bapaku) sebagai bapa yang selalu menjadi kepala fan pemimpin rumah tangga, no matter what..

Apakah anda pikir dengan segala kelakuan bapa yang seperti itu akan mengurangi nilainya sebagai seorang bapa dimataku? Tidak, dia tetap seorang bapa yang sempurna bagi kami. Sedikit kesalahannya tidak akan pernah sanggup menghapus jutaan kebaikan yang telah dia lakukan bagi kami anaknya. Suatu kehormatan bagiku punya bapa yang punya segala figur yang aku butuhkan untuk bertumbuh sebagai seorang anak.

Bapa adalah sosok yang cukup royal, tidak pernah saya lihat bapa saya duduk di warung tanpa bermurah hati membayari orang lain. dia seorang bapa yang disenangi setiap orang dari berbagai kalangan, bapa yang tidak sanggup melihat orang lain kesusahan, dia akan dengan senang hati membantu.

Tidak heran,bahwa bapaku punya lingkaran persahabatan yang cukup luas, pergaulan dia tidak hanya terbatas disekeliling kampung kami. teman-teman se-permainannya semasa kecil,  hampir semua sangat berhasil dalam hidupnya. hal yang membuat saya kagum ketika teman-temannya yang kaya itu masih sering berkunjung ke gubuk kami, saya senang melihat mereka bercakap-cakap dengan sangat dekatnya, bercerita tentang masa-masa muda mereka jaman dulu. hal yang membuat saya makin bangga adalah ketika bapa saya tidak merasa rendah diri, mereka berbicara tanpa ada jarak, dia tetap bangga dengan apa yang dia miliki saat ini.  bapaku sudah jauh lebih mengerti daripada aku arti kata “kekayaan” yang sesungguhnya (karna kami ga punya harta, jadi mau ga mau paradigma tentang kekayaan itu harus berubah dari kekayaan harta ke kekayaan lainnya..LOL).

Sebatas itukah saya mengaguminya? Tidak. saya anak yang paling bungsu dari sembilan bersaudara, jadi saya sangat beruntung. sebagai anak yang selain dimanja, juga selalu dapat bagian untuk diajak jalan-jalan.  Dan saya paling senang bagian jalan ini, karna saya tahu sekali bahwa bapa akan membawa saya menikmati makanan yang rasanya enak sekali. Saya heran bagaimana mungkin bapa saya mengetahui tempat makan yang enak gila seperti ini?  Darimana dia tahu tempat-tempat makan seperti ini? Jujur setiap kali diajak makan oleh bapa, belum sekalipun saya menemukan makanan yang tidak enak, semuanya terasa enak banget dan serasa baru di lidah, belum pernah saya menikmati makanan yang selezat ini. Sepertinya bapa saya tahu banget setiap tempat makanan lezat di sudut manapun didunia ini. Hal yang selalu membuatku geleng-geleng kepala.

Tidak sampai disitu, saya juga sering bertemu dengan orang-orang penting, makan bareng dengan orang yang ternyata pemilik hotel paling mewah di kampung kami, bertemu dengan orang-orang berpangkat, petinggi-petinggi di beberapa perusahaan, dan bahkan orang terkaya di sumatra pada saat itu adalah teman dekat bapaku. Saya sangat bangga ketika orang-orang seperti mereka juga tetap mengangumi sosok bapaku. Bapaku memang hebat.

Semasa kecil saya pernah bercita-cita menjadi seorang tentara, hanya karena saya sering dikasih uang kertas seratus rupiah beberapa lembar oleh seorang tentara berpangkat tinggi sahabat bapaku. Sukacita saya akan sangat bertambah ketika bertemu tentara ini, selain karna uangnya yang selalu baru (uangnya bisa dipakai untuk memotong pepaya karena saking barunya itu uang), dia juga selalu memperlakukan saya seperti anak kandungnya yang seolah-olah akan dijodohkan kepada anaknya bernama Cindy Noviyanti, menggendong saya, mengajak jalan-jalan, dan tertawa bersama. Jadi kalau anak kecil yang lain masih sibuk maen kelereng dan maen tanah, masa kecilku bermain dengan tentara berpangkat tinggi, pengusaha-pengusaha kaya, dan petinggi-petinggi perusahaan. Jelas menunjukkan kelas yang berbeda dengan anak-anak ingusan yang lain,  Semua itu hanya  karena figur yang dibangun oleh bapaku.

Tidak akan pernah sekalipun saya dibiarkan bapa  kekurangan duit, saya punya duit paling banyak dari anak-anak seusia saya. Ketika hari sabtu siang saya hanya duduk dirumah, bapa akan dengan senang hati memberikan duit kepadaku untuk bisa jalan-jalan bahkan sampai menonton bioskop.

Ketika kami sedang diladang atau disawah, bapa sering sekali memberikan kejutan-kejutan kecil. dia selalu datang tiba-tiba dengan membawa makanan yang enak. Tentu saja setiap kedatangan bapa akan membuat senyum kami mengembang dan rasa lelah seharian diladang berubah menjadi sukacita. Dia memang bukan seorang bapa yang akan turut serta bekerja diladang, tapi dia bapa yang tahu untuk memberikan pelayanan terbaik pada anak-anaknya, mengembalikan jerih mereka. Kami selalu bangga akan dia.

Saya sangat menyayangi bapaku. Suatu ketika bapaku yang sudah tua pernah pulang kerumah dengan air mata akibat dipukul oleh salah satu orang dikampung kami tanpa alasan yang jelas. Saya yang masih anak smp ketika itu sontak tersulut emosi. Yang saya lakukan adalah diam-diam pergi untuk mengajak duel bapak tersebut, padahal sebenarnya jelas tidak imbanglah, anak kelas satu smp melawan seorang bapak berotot umur 30 tahunan. Untung aja si Bodat itu tidak bersedia melawan, kalo ga bisa jadi kalah telak aku.

Masalah ini masih saja menggangguku  sampai beranjak SMA, ketika itu saya yang sudah jago berantam dan cukup punya nyali, bertemu dengan bapak itu. dengan penuh emosi saya mencoba untuk memukulnya. dia mengaku salah dan minta maaf saat itu juga dan akupun mendapatkan kata yang kutungu-tunggu.  Jadi hal yang membuat aku semakin kagum sama bapaku adalah ketika dia tidak menaruh dendam kepada orang tersebut, disaat kesempatan untuk membumihanguskan si bodat itu cukup besar, dan bapaku memilih untuk memaafkan. Bapaku tea atuh!!

Saya juga masih teringat ketika bapaku memutuskan untuk menyekolahkan anak-anaknya kebangku kuliah, diragukan oleh orang-orang disekitarnya akan kemampuan membiayai kuliah. Hal ini tidaklah mengurungkan niatnya. Ketika abang-abangku diberangkatkan, banyak orang yang mencibir dengan berkata “what the hell are he doing?”. Masuk akal sih sebenarnya orang mencibir, sebab, hanya dengan gaji 70 ribu mustahil rasanya untuk membiayai kuliah dan memberi makan sembilan orang anak. Tapi dasar bapaku, dengan rasa tanggung jawabnya yang besar, dia berhasil menjawab keraguan orang. Sekali lagi saya sangat mengagumi sosoknya sebagai bapa yang selalu melakukan manuver yang tidak terduga.

Tidak pernah sekalipun bapaku ringan tangan kepada anak-anaknya seperti dilakukan oleh kebanyakan bapa disuku kami. dia orang yang sangat mengasihi semua anaknya, mendengarkan setiap keluh kesah anaknya, memberikan rasa percaya diri, memotivasi, mengayomi, bapa yang tidak pernah sedikitpun meragukan anaknya, dia bapa yang tidak memberikan jarak kepada anak-anaknya. Dengan senang hati kami sering bercerita dengan bapa kami, begitu tenang dan nyaman rasanya bercerita kepada beliau, karna bagi kami semua dia adalah seorang pahlawan.
dia juga sebagai orang yang bisa diandalkan dalam berbagai kegiatan adat dikampung kami. dia sebagai mediator ulung, raja parhata yang didengar setiap orang,  generasi muda yang tertarik adat banyak yang belajar darinya.

Diakhir hidupnya sayalah salah satu orang dari kami berempat (mama, kakak, namboru) yang melihatnya menutup mata dengan sangat damai sekali. Ketika itu saya yang sudah sekolah dikota Siantar. tumben saat itu selama sebulan saya tidak pulang kampung,yang biasanya selalu rutin pulang sekali seminggu. Ketika sampai dirumah sekitar jam 5 sore, terdengar suara bapa saya yang lemah memanggilku untuk datang kekamarnya. Setelah memeluk saya dengan hangat, diapun meminta saya untuk berdoa baginya, dia berkata dengan suaranya yang lemah bahwa dia sangat bangga punya anak seperti saya (tentu saja saya juga sangat bangga punya bapa melebihi seorang pahlawan). Ternyata dalam masa sebulan saya tidak pulang kampung, selama itu juga bapa sedang jatuh sakit, sengaja tidak diberitahukan kekami anak-anaknya dengan alasan dia tidak mau melihat hati anak-anaknya sedih. betapa mulianya hati bapaku.

Sekitar jam 7 malam hari itu juga, saya melihat bapaku menutup mata untuk yang terakhir kalinya, dia pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Sekalipun meninggalkan sedih yang mendalam bagi kami sekeluarga, kami bahagia melihat dia dipanggil oleh Tuhan, karna selama beberapa tahun terakhir semasa hidupnya,  bapa saya tidaklah dalam kondisi kesehatan yang baik. Saya pikir Ini adalah cara terbaik Tuhan untuk mengakhiri penderitaan bapaku didunia ini.

Akhir dari kesedihan kami adalah ketika pintu petinya ditutup dan dipaku, itulah saat dimana hatiku menjerit,terakhir kali aku melihat wajahnya, terakhir kali aku mengecup pipinya, terakhir kali aku melihat seorang pahlawan paling besar yang meninggalkan dunia. Saya melihat sebanyak orang yang melayat menitikkan air mata. seperti memberi tanda bagiku, bahwa bagi mereka juga bapaku merupakan seorang pahlawan, dan saya pastikan bahwa mereka memiliki kenangan indah akan bapaku.

Bapaku telah menggoreskan sejarahnya didunia ini, sejarah yang membantu kami untuk menjalani hidup kami. dia pahlawan paling besar dan berpengaruh bagiku, dia pahlawan bagi kami semua anak-anaknya, dia pahlawan bagi semua cucunya, dia pahlawan bagi saudara-saudara kami, dia pahlawan bagi semua orang yang mengenalnya, sekalipun dia telah pergi, dia tidak akan pernah dilupakan. Kepahlawanannya akan diperbincangkan banyak orang. Kami sekeluarga selalu merindukannya, hal ini terlihat ketika kami sekeluarga berkumpul di hari natal dan tahun baru, masih sering membicarakannya, mengingat hal-hal luar biasa yang dia lakukan buat kami.
Bapaku memang seorang pahlawan besar dan hebat!!!

Kalau bapaku bisa menjadi pahlawan besar, kenapa bapamu tidak bisa? Setiap bapa harus bisa menjadi pahlawan bagi anak-anaknya, bapa kita mungkin tidak selalu bertindak benar, tapi ketahuilah bahwa semuanya itu hanya untuk kebaikan kita semua. Hai bapa-bapa jadilah pahlawan bagi anak-anakmu, dan anak-anak, hormatilah bapamu dan jadikan mereka pahlawan-mu.

Trimakasih Tuhan buat pahlawan yang engkau kirimkan buat kami. selamat jalan Dad, selamat jalan Pahlawanku. Sekalipun engkau telah tiada, engkau tetap hidup dalam hati kami.

Rabu, 07 Desember 2011

Merayakan kelahiranNya tanpa kehadiranNya


Desember adalah bulan paling akhir dalam suatu masa tahun, entah kenapa bulan ini di namakan bulan Desember. Yang pasti  Desember atau  decem, berarti 10 yang mana di Roma desember merupakan bulan ke-10.  tapi pada masa sekarang bulan desember di kenal sebagai bulan ke-12 atau bulan paling akhir dari 12 bulan yang ada.

Beragam reaksi orang menanti datangnya bulan desember ini, ada yang senyum-senyum tanpa makna,  ada juga yang terkesan cuek dan sinis menyambut datangnya bulan ini. Buat mereka yang senyum-senyum mungkin dikarenakan terlalu bersemangat untuk menyambut akhir tahun, serta berharap setiap doa yang disampaikan akan  terjawab di tahun baru yang akan datang, mudah-mudahan membawa kebahagian tersendiri. berdoa lagi lebih kencang supaya dapat bonus dari Tuhan berupa pasangan hidup yang sesuai kriteria. Sedangkan bagi mereka yang sinis, bisa jadi sudah putus asa dikarenakan setiap tahun rasanya tidak pernah ada yang berubah, hidup selalu terasa semakin sulit dari tahun ke tahun. atau mungkin sepertinya niat untuk menikahi keKasih hati selalu terbentur harga Sinamot. Judul yang pas untuk kasus yang ini adalah “cintaku kandas di semifinal persis di kota sinamot”.

Buat orang kristen tentu saja bulan desember adalah bulan yang penuh makna, bulan dimana setiap orang akan merayakan Natal, Momen yang selalu ditunggu-tunggu. Natal yang dalam artiannya adalah merayakan kelahiran Yesus Kristus seperti yang tertulis di dalam injil Matius 1 : 18 – 25 dan injil Lukas 2 : 1-20.  idealnya NATAL seharusnya menjadi peristiwa KASIH yang dasyat. Faktanya?

Seringkali kita merayakan kelahiranNya tanpa kehadiranNya, karna ternyata  yang terjadi adalah pada setiap momen Natal, orang  jauh lebih tertarik  untuk menyambutnya  dengan serba  wah, dengan berbagai kemewahan, gegap gempita serta kemeriahan dan tentu saja sering semuanya itu terjadi tanpa kehadiranNya.

Ketika menyambut Natal itu sendiri orang lebih sibuk untuk mempersiapkan Pohon Natal, baju baru, rencana liburan, kumpul-kumpul dengan keluarga dan tentu saja harapan untuk mendapatkan hadiah-hadiah Natal, Syukur-syukur hadiahnya bisa dapat langsung dari tangan Sinterklas yang gendut itu dan tak lupa sambil poto disampingnya dengan senyum  setengah tersungging di bibir. Photo ini jadi inspirasi untuk Natalan yang akan datang. tiada Natal tanpa makanan yang melimpah, setiap Natal tiba, kebanyakan orang yang merayakan Natal  akan menemukan dirinya semakin gemuk dalam kemakmuran dan dapat  dibuktikan dari berat badannya.
Orang-orang tua juga sepertinya hanya mengajarkan anak-anaknya dengan segala pernak-pernik khas Natal. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal-hal tersebut diatas, tetapi ada baiknya esensi Natal itu sendiri tidak hilang di telan pernak-pernik dunia yang tidak begitu penting.

Gereja-Gereja (tentu saja tidak semuanya) sepertinya banyak yang hanya berlomba-lomba untuk membuat acara sedemikian mewah dalam merayakan Natal ini, jemaat terlalu sibuk untuk mempersiapkan acara Natal.  Sepertinya Gereja hanya peduli terhadap acaranya dan tak segan-segan untuk menghabiskan dana yang besar. Tetapi terkadang Gereja lupa bahwa di sekeliling gedung besar tempat acara Natal yang mewah dan mahal, serta menghabiskan banyak dana itu,  banyak orang-orang miskin, gelandangan, penyakitan, kelaparan, kedinginan dan tanpa tempat tinggal.  Bahkan mungkin jemaat Gereja itu sendiri banyak yang butuh uluran Kasih. Apakah tidak lebih baik kalau Dana itu di pakai untuk orang-orang yang sangat membutuhkan? Menurut saya alangkah lebih bijaksana ketika dana yang sebesar itu bisa digunakan untuk suatu program yang memberikan dampak lebih besar dan berkelanjutan kepada lebih banyak orang tentunya daripada hanya sekedar acara. Karna kata memberkati seharusnya bukan hanya berupa hitungan kosong belaka tapi sepantasnya kata berkat itu sendiri dapat diukur.

Jika Gereja tidak bisa menjadi solusi dan tidak dapat mengayomi orang-orang yang membutuhkan, dengan demikian, Gereja itu telah kehilangan fungsinya sendiri. Gereja seharusnya berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia (bukan berarti menjadi serupa dengan dunia). Karena kalau Gereja tidak berkembang serta tertinggal dari kebutuhan dunia ini, bagaimana mungkin bisa menjawab kebutuhan? Jadi alangkah lebih baik ketika kita sama-sama mengembalikan fungsi Gereja yang sesungguhnya.

Momen Natal seharusnya menjadi momen untuk kita merefleksikan kembali akan Kasih  Yesus dan alangkah lebih baik lagi belajar dari sumber Kasih itu sendiri, saat Natal adalah saat dimana seharusnya kita membukakan mata akan sekeliling kita, saat seharusnya kita lebih memikirkan orang lain daripada diri kita sendiri, momen yang seharusnya mengingatkan kita untuk berbagi kepada sesama. Momen yang seharusnya menggemukkan orang yang masih kurus, meringankan beban mereka yang berat, serta melakukan kepada sesama dalam Kasih yang besar. Tidak bisa dipungkiri bahwa  begitu banyak orang diluar sana yang butuh Kasih, mereka butuh pelukan dan rasa peduli kita.

Sebab firman Tuhan sendiri berkata bahwa, ketika kita memberi makan yang kelaparan, memberikan pakaian bagi mereka yang telanjang, melawat mereka yang sakit, memberikan tumpangan bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal, melakukan sesuatu bagi saudara kita yang kesusahan, dengan demikian kita telah melakukannya untuk Allah.

Sudah saatnya kita merayakan Natal di tahun ini dengan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang memberi dampak. Mari kita sama-sama merenungi makna Natal yang sesungguhnya setidaknya bagi diri kita sendiri, sehingga dengan demikian harapannya kita bisa merayakan kelahiranNya dengan kehadiranNya.

Tulisan ini hanyalah sebuah pemikiran yang mungkin kesannya sok bijak, tapi memang saya bijak…hehehehe


Jumat, 18 November 2011

Sorga dunia si Ganang Kera sang Bintang Lima

Sebuah perjalanan hidup sang legenda yang lupa dicatat dalam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa atau disingkat PSPB, Dulunya  di ajarkan oleh ibu boru Sinaga di SMP HKBP Parapat, kalau di Sekolah lain mungkin Ibu Silaban yang turut ambil bagian dalam mengajarkan dari mata pelajaran sejarah, olahraga, kesenian, bahasa indonesia sampai kepada PSPB ini.

Jaman dahulu kala sebelum nusantara bersatu, sebelum listrik masuk desa, sebelum program KB diluncurkan, dan sebelum SBY jadi presiden,  hiduplah seorang wanita bernama si Ganang Kera Sang Bintang Lima di suatu kampung yang bernama 40th. Si Ganang Kera benar-benar terlahir sebagai seorang wanita tulen, tidak ada keanehan pada saat kelahirannya, semuanya terlihat begitu normal, lahir pada saat sudah bukaan sepuluh, tepatnya malam hari, dibantu oleh  bidan desa yang setengah baik itu. kelahirannya tidak di sertai sedikitpun hal yang berbau kemistisan. Bahkan beberapa hari setelah lahir, dia diperlakukan layaknya bayi yang baru lahir pada umumnya di desa tersebut. dihangatkan oleh tungku api dari kayu bakar, minum soup dari daging ayam kampung atau biasa di panggil manuk jabbe berwarna putih  dicampur daun bangun-bangun, dan dibungkus oleh kain lapin berwarna putih bersih.
Tidak lupa artis Kampung bernama Minder (adek kandung si JAnggereng) menyambut kehadirannya dengan goyangan aduhai disertai senandung lagu “kotek-kotek” yang dimulai dari anak ayamnya yang sembilan ekor mati satu-satu sampai anak ayamnya mati semua.

Tidak ada sedikitpun tanda-tanda keanehan sampai si Ganang Kera umurnya beranjak sekitar 4 tahun. Sedikit demi sedikit cerita kelegendaan si Ganang Kera mulai tersohor dari satu desa ke desa yang lain. Dia bertumbuh sebagai wanita, tetapi ternyata nyali dan kemampuannya melebihi keberanian  seorang pria sejati sekalipun. Jelas aja pamor kelegendaan si Akon (baca; Aken) lambat laun memudar  oleh karna kebangkitan calon legenda baru ini. Sebenarnya sungguh tidak adil bagi si Akon untuk membandingkan antara Si Ganang Kera dengan dirinya,  Faktanya si Aken tidak akan mampu bersaing dengan dia selama si Akon hanya bertumpu sama perut besarnya. Akon seharusnya turut berbangga oleh kehadiran Fenomena baru di Kampung 40th ini. Kalau Kelegendaan si Aken hanya dikarenakan Badan dan perutnya yang besar, bahkan mungkin manusia terbesar yang pernah lahir di kampung 40th, Si Ganang Kera Jauh melebihi  sekedar pencapaian tersebut.

Kita tidak  sedang membicarakan kisah seorang bocah pemanjat Tower sutet di Jakarta bernama Fitri “spiderkid” . berita itu terlalu berlebihan menurut saya, jika dibandingkan dengan kisah si Ganang Kera. Kemampuan Fitri Spiderkid masih jauh dibawah ketek si Ganang kera dalam hal panjat-memanjat.

Mungkin semua orang bertanya-tanya, apa makna dibalik nama Si Ganang Kera Ini? tentu saja selalu ada kolor di balik rok, betul? demikian juga dengan ada alasan kuat dibalik namanya yang kurang keren itu. Nama si Ganang Kera di sematkan kepada dia sebagai bentuk penghargaan dari warga atas kemampuan dan keahliannya  yang luar biasa dalam hal memanjat.  apa saja yang mustahil untuk di panjat, yang bahkan seekor kera-pun sudah enggan memanjatnya, tinggal panggil si Ganang Kera maka semuanya akan beres dalam sekejab. Tak peduli seberapa besar dan tinggi, ketika ada kebutuhan untuk memanjat maka dia akan segera memanjat pohon tersebut dalam sekejab mata.

Segala bentuk pohon sudah ditaklukkan si Ganang Kera, mulai dari Pohon Jambu milik si Lamsing (salah satu pohon yang rutin menghasilkan buahnya bagi kebutuhan anak-anak setempat). Pohon jambu yang lumayan tinggi.  jadi  tidak salah lagi bahwa dia adalah seorang pahlawan bagi anak-anak melalui pohon jambu ini, ketika ada seorang anak  kecil menangis, si Ganang Kera akan dengan senang hati memanjat pohon jambu dan memberikan buahnya kepada anak-anak yang sedang menangis.  Jadi dia benar-benar seorang pahlawan bagi anak kecil, sekaligus musuh bagi si Lamsing yang selalu mendapati buah jambunya habis di garap si Ganang Kera.

Setiap orang yang punya pohon kemiri, si Ganang Kera juga dipastikan menjadi pahlawan buat mereka.  Daripada didahului orang lain memetik buah kemiri, pemilik  lebih baik meminta bantuan sang Ganang Kera untuk mengambil semua buah kemiri yang sudah dianggap cukup matang, hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap  para maling yang berusaha mencuri buah kemiri tersebut. Jangan harap batang kemiri yang dipanjat hanya satu-dua pohon, semua pohon kemiri yg ada di kampung 40th  yang jumlahnya ratusan sudah merasakan pelukan eh maksudnya panjatan si Ganang kera. Ga heran si Ganang Kera bisa Jual kemiri ke Agen terkenal “Oppung Ciko”, sekalipun dia tidak punya pohonnya.

Pada musim durian juga seperti itu, maklum di kampung 40th salah satu penghasil durian paling enak di daerah tersebut. Semua pohon durian dipanjat dan digoyang si Ganang Kera. Ga salah lagi, dia seorang pahlawan bagi warga setempat.  Pohon Beringin, Hariara, dan pohon Pinus adalah korban dari keganasan si Ganang Kera, tidak satu dari pohon itupun terlewatkan tanpa merasakan panjatan si Ganang Kera. Jangankan pohon, Truk pengangkat kayu besar sekelas Lojing Gandengan aja dipanjatnya, apalagi hanya  pohon, kecillah buat dia.

Si Ganang Kera Juga selalu terlibat dalam semua permainan anak-anak setempat, mulai dari permainan yang seharusnya khusus pria dan permainan campuran pria-wanita dia selalu ambil bagian didalamnya. Permainan kebanggaannya adalah permainan SemberElang (permainan yang kejar-kejaran sampai objek tertangkap)  dan Petak umpet. Dia adalah orang yang selalu menyelesaikan permainan lebih awal sekaligus membuyarkan semangat para pemain. karena sekali dia sembunyi tidak akan ada satupun dari antara teman-temannya yang mampu menemukan keberadaannya, entah dimana dia bersembunyi, hanya Tuhan dan Si Ganang Kera Yang tau. Yang pasti sepanjang sejarah permainan itu (yang hampir setiap hari dimainkan) tidak pernah sekalipun dia bisa ditemukan.


Trus bagaimana dia di juluki bintang lima?  Yang pasti bukan karna dia punya hotel bintang lima atau punya tato di punggung berbentuk bintang, bukan sama sekali.
Satu-satunya hal yang membuat dia dijuluki bintang lima dikarenakan bisul yang mengerogoti tubuhnya, entah bagaimana dulu bisul itu muncul, yang pasti bisul-bisul tersebut menyerang si Ganang Kera tanpa memandang tempat, dari mulai bagian tubuh yg terbuka sampai pada bagian tubuh yang paling ditutupi, semua terkena bisul. Anehnya sekalipun dia bisulan sama sekali tidak mungurangi niatnya untuk menyalurkan hobbynya memanjat. Dari hobbynya inilah tempat bisul bahkan yang paling tersembunyi ini ditemukan oleh teman sepermainannya yang cowok. ternyata di bagian ehem-nya tak luput dari serangan bintang lima. Jadilah dia dijuluki si Ganang Kera Sang Bintang Lima. Ditemukan oleh para pria setempat.

Seiring dengan berjalannya waktu, si Ganang Kera Sang Bintang Lima beranjak dewasa, tiba saatnya untuknya dan teman-teman se-permainannya untuk merantau dan melanjutkan hidup. Sudah cukup lama kedatangannya ditungu-tunggu, entah dimana dia kini berada. Yang pasti sejarah Si Ganang Kera Sang Bintang Lima tidak akan pernah dilupakan, Dia yang membuat kampung 40th menjadi hidup dan bergairah. Sejak kepergiannya, kampung 40th serasa sepi, tanpa kreatifitas dan tanpa gairah. Banyak kenangan tidak terlupakan yang akan membuat setiap warga 40th tersenyum lebar ketika mengingat kembali namanya yang tersohor itu. Tak terkecuali AKAMBRI (anak kampung Bringin) dan Parsosor (pusat Ambacang dari segala rasa berada).

Salam hangat dari si Ojak, si Kendes , Simulatua dan si Leo!!!











Jangan tersinggung apalagi Marah!!!
Tulisan ini hanyalah sebuah kisah  fiktif belaka tentang petualangan Si Ganang Kera  Sang bintang Lima di suatu desa yang mirip sebuah surga di dunia, persamaan nama dan tempat hanyalah kebetulan belaka, semoga  menghibur dan membuat kita sama-sama mengingat sejarah kampung kita masing-masing!!
Hidup PSPB!!

Rabu, 02 November 2011

BILAKU

Sekian lama diriku tidak eksis menulis seperti dulu, memang menulis  bukanlah salah satu bakat terbaikku dari sejuta bakat yang ku punya, karunia yang telah diberikan Sang Penciptaku dengan Cuma-cuma, tapi tetap tidak ada salahnya untuk menuliskan sesuatu, syukur-syukur bisa bermanfaat buat para pembacanya, dan kalau ternyata tidak bermanfaat, yaaaah maaf .

Teringat ketika pertama kali menulis, semua dikarenakan tidak punya teman untuk bercanda gurau, kucoba untuk bercanda kepada bintang di langit dan burung-burung di udara diageni sang kuda laut, tapi ternyata merekapun tidak memberikan respon yang cukup memadai layaknya respon sahabat yang mengerti diriku. Akhirnya pilihan terbaik adalah menuliskannya di jejaring sosial, berharap teman atau musuhku memberikan komentar mereka, jadi ceritanya pun terus berlanjut.  Tarikk mang!!

Respon dari para komentator juga berbeda-beda. Ada yang bilang tulisan saya perlu dibina, bahasa sederhananya dibinasakan, ada juga yang bilang lucu, ada yang bilang “entah apa sikawan ini, ketek orangpun dibahas”  (klo keteknya menginspirasiku, kenapa emangnya?), ada juga yang menyarankan untuk buat novel,( saran yang menurutku telah melewati batas GBHN), dan ada juga sobat saya yang menangis baca tulisan saya loh, loh kok bisa? Yah anda jangan tanya saya dong. Mungkin terakhir kali dia mengeluarkan airmata  di pemakaman neneknya yang meninggal beberapa abad yang lalu. Ada juga yang bilang tulisan saya terlalu blak-blakan, loh klo ga blak-blakan ntar mirip pemimpin kita yang tidak punya cukup nyali itu. selalu cari aman, takut punya musuh dan yang terlalu sibuk untuk pencitraan diri.  kita harus duduk bersama-sama dan  berdiplomasi” (kata-katanya yang terkenal seantero jagad raya)

Nah itu hanya sekilas cerita awal mulanya saya terperangkap dalam dunia tulis-menulis ini. “Hanya berharap yang terbaik yang akan datang”…saran favorit dari mereka yang telah kehabisan ide untuk berkata-kata.

Setelah teringat masa-masa saya jatuh cinta menulis ,  sayapun tergoda kembali untuk menuliskan sedikit, tidak banyak kok.  Anggap aja tulisan ini  sebagai peringatan akan diri sendiri selama hidup dalam masa-masa “pengasingan”, jadi suatu saat ketika sudah merasa tidak “asing” lagi, akan menjadi cerita yang indah buat anak-cucu kelak.

Tidak Terasa juga bahwa ternyata sudah lebih dari setahun saya mengarungi hidup dalam ketidakjelasan dan keluntang-lantungan. rasanya waktu terlalu cepat berlalu, Kenapa sang waktu tidak mencoba untuk berhenti sesaat? Menunggu hidup saya dalam kejelasan. Ahh.. si waktu tidak akan pernah berhenti bung, dia sibuk aja berjalan terus.   

Hidup dalam ketidakjelasan menjadi makanan hari-hari saya dalam setahun terakhir,  sibuk berpindah dari satu atap ke atap lain, dari satu kota ke kota lain, sibuk melakukan apa yang disenangi hati, tanpa berpikir dompet yang semakin hari semakin menipis, umur juga yang ternyata makin hari makin tua juga, kirain akan tetap muda selamanya. Dan sialnya kenapa badanku semakin kurus aja akhir-akhir ini? Hanya mencoba menghibur diri dengan berkata “ ini Otot semua loh”, padahal emang iya sih, otot semua.

Dalam perencanaan hidup juga seperti ini, sekarang sibuk buat satu rencana, seminggu kemudian memikirkan rencana lain, rencana yang satu belum rampung, rencana yang lain sudah muncul.  Akhirnya rencana tinggal rencana, satupun belum ada yang terealisasi hingga saat ini, entah kapan semuanya dimulai.
Sejujurnya saya tidak pernah berpikir bahwa hidup saya akan masuk dalam fase ini, fase dimana saya sedang terjebak di dalamnya. Dulunya saya bermimpi bahwa hidup saya akan senang dari lahir sampai mati, tertawa sepuasnya sepanjang hidup, melakukan apa yang saya suka, menyukai apa yang saya lakukan. Nyatanya saya harus mencoba tinggal ditempat yang sebenarnya jauh dari kata kota ideal, mencoba menikmati macetnya, menikmati panasnya, menikmati melihat berbagai macam rupa orang yang berkeliaran, menikmati waktu-waktu yang habis diperjalanan, menikmati aroma tubuh mereka. Tapi sudahlah, tidak ada yang perlu disesali, karna kalau dilihat dari sisi positifnya, kota inipun telah banyak mengubah hidupku. Mengubahku menjadi orang yang lebih gigih dan membentukku menjadi petarung sejati.  
Hanya mencoba untuk menikmati fase ini,  Berharap  kabar baik akan datang secepat superman ganti celana dalam.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kota ini telah membukakan mata saya yang dulu cipit.  Kekuatan Mata saya sudah kembali pulih. Pertanyaan saya yg akhir-akhir ini sering muncul, kenapa saya dulu tidak melakukan ini dan itu? kenapa ini dan itu-nya baru terpikirkan sekarang? Dari mana saja sih si ini dan itu itu?  Akhirnya sayapun mengerti jawabannya setelah mengalami ini dan itu. Ini-ini, itu-itu.

Tapi apapun kondisinya tetap tidak ada kata menyerah, lagipula sayapun belum mengerahkan sepenuhnya kemampuan terbaik saya, tetap berusaha lebih keras daripada orang lain lakukan. Dia yang kutunggu-tunggu pasti akan segera datang, Dan ketika dia datang, akupun sudah siap.

Tidak lupa bahwa segala sesuatunya sudah Dia direncanakan, Sosok yang sering terlupakan olehku, sudah lama rasanya saya tidak berbicara dengan Dia, lama tidak memuji Nama-Nya yang keren itu. sangat tidak  beralasan untuk melupakan Dia dalam setiap rencanaku,  ga heran suatu minggu sore, ketika sedang mengikuti sebuah ibadah di salah satu gereja, ada sebuah lagu yang membuat saya menitikkan air mata, kata-katanya bener-bener sangat menyentuh, rasanya lyric lagunya begitu dalam menusuk tulang dan sumsum, bener-bener memberikan kekuatan, harapan dan kesegaran yang baru. Lyricnya seperti ini;

Bilaku-Frangky Sihombing

Bagai Bapa melindungi anakNya di dalam bahaya
Begitulah Engkau Tuhan bagiku
Tak’kan pernah tinggalkan diriku

Bilaku bersama-Mu, bilaku di dalam-Mu
Bila Kau dipihakku siapa Lawanku
Di dalam dunia ini tiada seperti-Mu
Tiada kutakut untuk selamanya

Gelap malam lembah kelam yang ada di dalam hidupku
Tak’kan lagi menggetarkan hatiku
S’bab Kau Tuhan kekuatan di dalam hidupku

Ketika membaca lyricnya mudah-mudahan anda juga mengalami apa yang saya alami, bukan sulap dan bukan sihir, klo anda merasa punya pengharapan kembali. Jangan salahkan saya ketika tiba-tiba anda merasa lebih kuat dan bersemangat kembali untuk mengejar Bis di kota metropolitan yang sempat meninggalkan anda. 

*#sudut Jakarta yang semakin seksihh#*